JATIMTIMES - Semangat gotong royong lintas agama dalam menyukseskan Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) terus menguat di Kota Malang. Gereja Kristen Indonesia (GKI) Bromo, Kota Malang turut ambil bagian dengan menyediakan berbagai fasilitas transit dan layanan kesehatan bagi jemaah yang datang dari luar daerah pada Sabtu (7/2/2026).
“Dalam rangka menyukseskan hari ulang tahun satu abad NU ini, kami dari GKI Bromo Malang turut mengambil bagian membantu pemerintah. Kami ingin mensupport Pemkot maupun para peserta,” kata Ketua Pelaksana Posko Kesehatan dan Transit Peserta GKI Bromo, Hartadi, Sabtu (7/2/2026).

Sebagai bentuk dukungan, GKI Bromo menyiapkan gedung tiga lantai yang selama ini digunakan sebagai area parkir dan lapangan bulu tangkis untuk disulap menjadi tempat transit jemaah. Dua lantai gedung tersebut telah dibersihkan dan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang kenyamanan.
Baca Juga : Jelang Ramadan 1447 H, Satgas Pangan Polres Malang Pastikan Harga Bapokting Aman
“Kami bersihkan dua lantai, dipasang karpet penuh, dilengkapi blower berpendingin air, dispenser, serta toilet portable yang kami sewa khusus untuk tamu jemaah,” jelas Hartadi. Selain itu, pihak gereja juga menambah fasilitas tempat wudu guna memudahkan jemaah yang akan beribadah. Seluruh persiapan tersebut bahkan telah ditinjau langsung oleh Wali Kota Malang dan Kapolresta Malang Kota.
“Semua fasilitas sudah dicek oleh Pak Wali dan Pak Kapolresta. Kami ingin memastikan semuanya siap untuk mendukung kelancaran kegiatan,” tambah Hartadi.

Tidak hanya menyediakan tempat transit, GKI Bromo juga menghadirkan posko kesehatan lengkap yang melibatkan dokter, perawat, serta tenaga medis lainnya. Layanan tersebut terbuka tidak hanya bagi jemaah yang transit, tetapi juga masyarakat yang melintas di sekitar lokasi. “Kami siapkan tim kesehatan lengkap. Kalau ada jemaah yang membutuhkan perawatan atau istirahat darurat, kami juga menyiapkan ruang istirahat khusus,” terang Hartadi.
Sebagai tambahan layanan, pihak gereja juga menyediakan konsumsi berupa minuman, makanan ringan, hingga roti bagi jemaah selama masa transit.
GKI Bromo sendiri dijadwalkan menerima sekitar 250 jemaah asal Kota Kediri yang diperkirakan tiba pada Sabtu malam menggunakan dua bus besar, tiga bus medium, serta beberapa kendaraan pendukung. Sistem parkir dan drop zone juga telah diatur panitia agar mobilitas jemaah tetap tertib.
Di sisi lain, Wakil Ketua Pelaksana Posko Kesehatan dan Transit GKI Bromo, Gung Putu Jaya, menambahkan bahwa keterlibatan pihak gereja merupakan bentuk dukungan terhadap program kolaborasi lintas agama yang digagas Pemkot Malang sekaligus wujud kepedulian kemanusiaan.
Baca Juga : Aksi Heroik Wisatawan Malang Selamatkan Dua Orang Tenggelam, Berakhir Hilang di Pantai Sine
Selain itu, keterlibatan gereja berawal dari dukungan sederhana, namun berkembang menjadi partisipasi yang lebih luas untuk membantu kelancaran kegiatan nasional tersebut.
“Awalnya kami hanya diminta membantu menyediakan minuman dan snack di sekitar jalan. Namun kami ingin berkontribusi lebih dengan menyiapkan ruang transit lengkap agar jemaah dari luar kota bisa beristirahat sebelum mengikuti rangkaian acara,” ujarnya.
Menurutnya, fasilitas menjadi perhatian utama adalah kelengkapan fasilitas transit, terutama toilet, karena jumlah jemaah sangat banyak. Bagkan toilet disediakan 18. “Kami juga menyiapkan fasilitas tambahan jika terjadi kondisi darurat,” imbuhnya.
Gung Putu menambahkan, penyediaan fasilitas transit menjadi langkah penting mengingat rangkaian kegiatan Mujahadah Kubro berlangsung sepanjang malam hingga pagi hari. Melalui keterlibatan ini, GKI Bromo berharap kegiatan Mujahadah Kubro 1 Abad NU dapat berjalan lancar sekaligus memperkuat nilai persaudaraan lintas agama di Kota Malang.
