Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Surabaya Jadi Wakil Indonesia di Tokyo Global Forum on Children 2026

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

07 - Feb - 2026, 15:36

Placeholder
Ilustrasi Kota Surabaya (Istimewa)

JATIMTIMES - Kota Surabaya kembali mengukir prestasi di tingkat global dengan menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam Tokyo Global Forum on Children (TGFC) 2026 yang digelar di Tokyo, Jepang, pada 4–6 Februari 2026. 

Forum internasional yang diselenggarakan oleh Pemerintah Metropolitan Tokyo ini mempertemukan 20 kota dunia yang tergabung dalam jejaring Child Friendly Cities Initiative (CFCI) UNICEF untuk berbagi kebijakan, praktik baik, serta inovasi dalam pemenuhan hak anak dan remaja.

Baca Juga : Pemandu Lagu di Mojokerto Dikeroyok 4 LC, Korban Lapor Polisi

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menjelaskan bahwa dalam forum tersebut Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendapat kehormatan untuk mempresentasikan langsung kebijakan dan model pembangunan kota ramah anak di hadapan 20 kota dunia, antara lain Auckland, Berlin, Brussels, Cardiff, Copenhagen, Helsinki, Houston, London, Malmö, Milan, Munich, New Taipei, New York, Petaling Jaya, Singapura, Taipei, Toronto, Vienna, serta Irlandia.

“Kehadiran Surabaya menempatkan kota ini sejajar dengan kota-kota dunia yang menjadi rujukan global dalam kebijakan anak dan remaja,” kata Irvan, Sabtu (7/2/2026).

Ia menuturkan, presentasi Surabaya memaparkan pendekatan layanan anak yang holistik dan integratif, dimulai sejak usia dini, berlanjut ke usia sekolah dan remaja, hingga secara aktif melibatkan orang tua, termasuk peran ayah, sebagai bagian penting dari ekosistem pengasuhan dan pendidikan di kota.

“Pendekatan ini menegaskan bahwa kebijakan ramah anak di Surabaya tidak bersifat sektoral, melainkan terintegrasi lintas usia dan lintas peran dalam keluarga maupun masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pembangunan Manusia Bappeda Kota Surabaya, Puspita Ayuningtyas Prawesti, yang mewakili Pemkot Surabaya dalam forum tersebut, memaparkan bahwa Surabaya membangun kota ramah anak dengan memastikan kehadiran layanan publik yang dekat, menyeluruh, dan berkelanjutan. Layanan tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, kesehatan mental, pengembangan karakter, serta penguatan kapasitas keluarga hingga tingkat komunitas yang dihadirkan melalui Balai RW.

“Surabaya memastikan pemerintah hadir sejak anak usia dini, mendampingi fase remaja yang krusial, serta memperkuat peran orang tua dan ayah dalam pengasuhan. Anak tidak hanya dilindungi, tetapi aspirasinya juga didengar dan dihargai dalam setiap proses pembangunan kota,” ujar Puspita dalam presentasinya.

Model pembangunan anak yang dipresentasikan Surabaya mendapat apresiasi langsung dari Pemerintah Metropolitan Tokyo dan para peserta forum dari berbagai negara. Pendekatan Surabaya dinilai berhasil menerjemahkan konsep Child-Friendly City ke dalam praktik nyata yang komprehensif, berkelanjutan, dan berbasis komunitas, sekaligus mampu menjawab tantangan global terkait kesejahteraan serta kesehatan mental anak dan remaja.

“Keikutsertaan Surabaya dalam TGFC 2026 didukung oleh rekam jejak yang kuat. Surabaya tercatat tujuh kali berturut-turut meraih predikat Kota Layak Anak tingkat nasional, serta menjadi kota pertama dan satu-satunya di Indonesia yang tergabung dalam CFCI UNICEF,” ungkapnya.

Baca Juga : Update Klasemen Proliga 2026 Putri: Gresik Tumbang Sore, Livin Bangkit Malam Hari

Selain perwakilan dari Pemkot Surabaya, forum ini juga menghadirkan suara anak secara langsung melalui keikutsertaan Revalina Fernanda, siswi SMPN 1 Surabaya, anggota Forum Anak Surabaya dan Organisasi Pelajar (ORPES) Kota Surabaya, sekaligus Eco Student (Junior) of the Year 2025 dan Putri V Lingkungan Hidup 2024.

“Kehadirannya mencerminkan praktik partisipasi bermakna anak yang selama ini dikembangkan di Surabaya, di mana anak berperan aktif menyampaikan gagasan, pengalaman, dan harapan mereka terhadap kota tempat mereka tumbuh,” imbuhnya.

Selama presentasi, Revalina memaparkan pengalaman tumbuh di Surabaya sebagai kota ramah anak, termasuk akses terhadap ruang aman, pendidikan lingkungan, partisipasi anak dalam pengambilan keputusan, serta dukungan kota terhadap berbagai inisiatif anak muda.

Partisipasi Surabaya sebagai wakil satu-satunya Indonesia di Tokyo Global Forum on Children 2026 menegaskan bahwa pembangunan kota berkelanjutan harus dimulai dari anak dan keluarga.

“Melalui pendekatan yang holistik, integratif, dan berbasis komunitas, Surabaya menunjukkan bahwa kota di Indonesia mampu berdiri sejajar dan berkontribusi nyata dalam diskursus global tentang masa depan generasi muda,” pungkasnya. 


Topik

Peristiwa Surabaya Pemkot Surabaya Indonesia Tokyo Tokyo Global Forum on Children 2026



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa