Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Pemprov Jatim Kerahkan Tim SAR, Tenaga Kesehatan hingga Bantuan Logistik untuk Korban Gempa NTT

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : A Yahya

17 - Aug - 2026, 14:15

Placeholder
Bantuan untuk korban gempa di NTT

JATIMTIMES – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan duka cita mendalam atas gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), sekaligus memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak memberikan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak.

Bentuk dukungan Pemprov Jawa Timur bergerak cepat dengan mengerahkan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), menyiapkan tenaga kesehatan, serta mempersiapkan bantuan logistik untuk mendukung proses pencarian dan pertolongan, pelayanan kesehatan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Baca Juga : Pimpin Upacara HUT Ke-81 RI, Wali Kota Blitar Serukan Persatuan: NKRI dan Merah Putih Harga Mati

“Atas nama pribadi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan seluruh masyarakat Jawa Timur, saya menyampaikan duka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas bencana gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Hati dan doa kami bersama saudara-saudara kita di NTT, terutama keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta,” ujar Khofifah di Surabaya, Senin (17/8).

“Semoga seluruh korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan kekuatan dan ketabahan, kepada korban luka semoga segera diberikan kesembuhan, dan seluruh masyarakat terdampak diberikan kekuatan melewati masa sulit ini,” imbuhnya.

Gubernur Khofifah menegaskan, bencana yang melanda NTT merupakan duka bersama yang harus direspons dengan semangat gotong royong. Menurutnya, solidaritas antardaerah tidak cukup diwujudkan melalui simpati dan doa, tetapi juga harus diterjemahkan dalam dukungan nyata yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.

“Jawa Timur hadir untuk NTT. Ketika saudara-saudara kita tertimpa musibah, sudah menjadi panggilan kemanusiaan bagi kita untuk saling menguatkan dan membantu. Yang dibutuhkan sekarang adalah bagaimana kita bisa bergerak cepat, tepat dan terkoordinasi agar bantuan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat terdampak,” tegasnya.

Sebagai langkah awal, Pemprov Jatim melalui BPBD Jatim telah memberangkatkan tujuh personel advance menuju wilayah terdampak pada Minggu (16/8). Enam personel merupakan bagian dari Tim Reaksi Cepat (TRC)/Urban Search and Rescue (USAR) yang akan diperbantukan untuk bergabung dengan Basarnas dan unsur potensi SAR dalam operasi pencarian dan pertolongan.

Sementara satu personel Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) ditugaskan untuk mendukung pengumpulan, pengolahan, serta sinkronisasi data kebencanaan di lapangan.

“Enam personel kita memiliki spesifikasi pencarian dan pertolongan. Mereka akan bergabung dan berkoordinasi dengan Basarnas serta tim SAR yang sudah berada di lapangan. Satu personel Pusdalops akan membantu memastikan data dan informasi kebencanaan dapat dihimpun secara cepat dan akurat,” kata Khofifah.

Selain mendukung operasi pencarian dan pertolongan, tim advance BPBD Jatim juga melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan BPBD setempat. Tim tersebut sekaligus melakukan asesmen untuk memetakan kondisi lapangan dan mengidentifikasi kebutuhan masyarakat yang harus segera mendapatkan dukungan.

Untuk menjaga kelancaran koordinasi, personel juga dibekali perangkat komunikasi dan dukungan jaringan yang diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan komunikasi di wilayah terdampak. Dengan demikian, informasi dari lapangan diharapkan dapat tersampaikan secara cepat kepada posko dan unsur terkait.

Dukungan Pemprov Jawa Timur juga diperluas melalui pengiriman tim kesehatan. Tim tersebut akan diperbantukan untuk mendukung pelayanan kesehatan darurat bagi korban maupun masyarakat yang berada di lokasi pengungsian.

“Penanganan pascabencana membutuhkan kerja bersama. Selain pencarian dan pertolongan, layanan kesehatan bagi korban dan masyarakat di pengungsian juga menjadi hal yang sangat penting. Karena itu, kita juga mengirim dukungan tim kesehatan,” katanya.

Dukungan layanan kesehatan tersebut salah satunya diperkuat melalui pengerahan tim dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Tim yang diberangkatkan terdiri atas empat personel tenaga medis yang meliputi dokter spesialis orthopedi, dokter spesialis anestesi, dan perawat, serta didukung tim teknis.

Selain tenaga medis, tim RSUD Dr. Soetomo juga membawa bantuan berupa obat-obatan dan berbagai peralatan medis yang dibutuhkan dalam penanganan korban gempa, terutama peralatan untuk mendukung tindakan anestesi dan pembedahan. Dukungan tersebut disiapkan untuk memperkuat pelayanan medis terhadap korban yang membutuhkan penanganan lebih lanjut di wilayah terdampak.

Tidak berhenti pada pengerahan personel dan tenaga kesehatan, Pemprov Jatim juga menyiapkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa bumi di NTT.

Bantuan tersebut merupakan hasil konsolidasi BPBD Provinsi Jawa Timur bersama sumbangsih dari berbagai Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemprov Jatim. Pada tahap awal, bantuan yang dikirim  mencapai 8,4 ton dengan nilai Rp985.816.345.

“Ini adalah bentuk gotong royong seluruh jajaran Pemprov Jawa Timur. Bantuan kita konsolidasikan dari BPBD bersama berbagai PD agar kebutuhan yang paling mendesak bagi saudara-saudara kita di NTT dapat segera dikirimkan,” kata Khofifah.

Secara rinci, bantuan tersebut terdiri atas 167 unit perlengkapan anak atau kidsware, 125 unit velbed, masing-masing 2.024 kaleng makanan siap saji berupa nasi goreng ayam, nasi kare ayam dan nasi opor ayam, serta 432 paket lauk pauk.

Selain itu, turut dikirim 2.076 kaleng Tambah Gizi Koktail, 2.076 kaleng Tambah Gizi Kacang Hijau, 1.600 pack Biskuit Klepon, 2.000 pack Biskuit Minimanis, 1.620 pack Biskuit Marie Susu, serta 2.160 pack Biskuit Malkist Susu.

Baca Juga : Empati Korban Gempa NTT, Jajaran Forkopimda Jember Berdiri Selama Upacara HUT RI Berlangsung

Khofifah mengatakan, bantuan tahap awal tersebut diberangkatkan menggunakan satu unit truk berkapasitas 8,4 ton berangkat dari  Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Senin (17/8) pukul 06.00 WIB menuju Ende NTT.

Selanjutnya, bantuan diberangkatkan melalui jalur laut menggunakan KM Dharma Rucitra 8 dari Dermaga Jamrud, Pelabuhan Tanjung Perak, menuju Pelabuhan Soekarno, Ende, Nusa Tenggara Timur.

Setibanya di Ende, seluruh bantuan akan langsung diserahterimakan kepada Posko Utama BPBD Provinsi NTT untuk selanjutnya didistribusikan ke berbagai wilayah terdampak sesuai hasil pemetaan kebutuhan di lapangan.

“Nantinya total bantuan dari Jawa Timur yang akan diberangkatkan diperkirakan  sebanyak 100 ton. Yang diberangkat tanggal 17 Agustus 2026 sebanyak 8,4 ton, sisanya akan diberangkatkan tanggal 20 Agustus 2026 menuju Labuan Bajo,” katanya.

“Yang terpenting bukan hanya seberapa banyak bantuan yang kita kirimkan, tetapi bagaimana bantuan tersebut bisa segera sampai dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak. Karena itu, koordinasi dengan BPBD NTT dan tim kita yang sudah berada di lapangan terus dilakukan,” tegas Khofifah.

Ia menambahkan, pengiriman tahap awal tersebut merupakan bagian dari dukungan kemanusiaan Jawa Timur yang akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi serta hasil asesmen tim di wilayah terdampak.

“Tim advance kita sudah berada di lapangan untuk melakukan asesmen. Dari sana kita akan mendapatkan informasi kebutuhan apa saja yang paling mendesak. Jadi dukungan Jawa Timur akan kita sesuaikan secara bertahap agar tepat sasaran dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat NTT,” ujarnya.

Untuk memperkuat dukungan, Pemprov Jawa Timur juga membangun koordinasi dengan provinsi-provinsi yang tergabung dalam Mitra Praja Utama (MPU). Sinergi lintas daerah tersebut diharapkan dapat memperluas dukungan sekaligus mempercepat mobilisasi sumber daya yang dibutuhkan dalam penanganan bencana.

Khofifah menyampaikan, kebencanaan merupakan persoalan kemanusiaan yang tidak mengenal batas administratif. Karena itu, setiap daerah memiliki tanggung jawab moral untuk saling membantu ketika daerah lain menghadapi kondisi darurat.

“Bencana tidak mengenal batas wilayah. Hari ini saudara kita di NTT sedang membutuhkan dukungan. Maka seluruh kemampuan yang bisa kita sinergikan harus kita maksimalkan untuk membantu proses pencarian, pertolongan, pelayanan kesehatan maupun pemenuhan kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang berada di garis depan penanganan bencana, mulai dari BNPB, Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, tenaga kesehatan, relawan, hingga masyarakat yang bergotong royong membantu para penyintas.

Ia berharap seluruh proses pencarian dan pertolongan dapat berjalan lancar sehingga korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan. Di sisi lain, pelayanan dasar bagi masyarakat terdampak juga diharapkan terus diperkuat seiring dengan berlangsungnya masa tanggap darurat dan proses pemulihan.

“Kami mendoakan seluruh tim yang saat ini bekerja di lapangan diberikan kesehatan, keselamatan dan kemudahan dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Semoga proses pencarian dan pertolongan berjalan lancar serta masyarakat yang terdampak dapat segera mendapatkan pelayanan dan kebutuhan yang diperlukan,” katanya.

Khofifah menegaskan, Pemprov Jatim akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi NTT untuk memantau perkembangan situasi. Bentuk dukungan akan terus disesuaikan berdasarkan hasil asesmen dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Sekali lagi, duka NTT adalah duka kita bersama. Dari Jawa Timur kami mengirimkan doa, kepedulian dan dukungan terbaik. Semoga saudara-saudara kita di NTT diberikan kekuatan dan ketabahan, dan semoga NTT dapat segera bangkit dan pulih dari bencana ini,” pungkasnya.


Topik

Pemerintahan gempa bumi ntt gempa ntt khofifah indar parawansa gubernur jatim khofifah



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

A Yahya

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan