Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

3 Tradisi Unik 17 Agustus di Jawa Timur yang Masih Dilestarikan, Ada Tidur di Tenda

Penulis : Mutmainah J - Editor : Dede Nana

11 - Aug - 2026, 13:09

Placeholder
Ilustrasi Barikan, salah satu tradisi Jawa Timur untuk menyambut HUT Kemerdekaan Indonesia. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya identik dengan upacara bendera, lomba 17 Agustus, maupun pemasangan bendera merah putih.

Di sejumlah daerah di Jawa Timur, masyarakat masih menjalankan berbagai tradisi khas untuk menyambut dan memperingati kemerdekaan. Tradisi tersebut diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat setempat.

Baca Juga : Profil Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI yang Diusulkan Prabowo

Menariknya, setiap daerah memiliki cara tersendiri untuk memaknai kemerdekaan. Ada yang menggelar syukuran bersama, melakukan tirakatan, hingga bermalam di dalam tenda secara bersama-sama.

Selain menjadi bentuk rasa syukur, tradisi tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarwarga sekaligus mengenang perjuangan para pahlawan.

Berikut sejumlah tradisi unik 17 Agustus yang masih bertahan di Jawa Timur:

1. Barikan, Syukuran Warga Menjelang 17 Agustus

Barikan menjadi salah satu tradisi yang masih dapat ditemui di sejumlah daerah di Jawa Timur. Tradisi ini umumnya digelar pada malam menjelang 17 Agustus, salah satunya pada malam 16 Agustus.

Barikan biasanya menjadi ajang syukuran warga atas kemerdekaan Indonesia. Masyarakat berkumpul di jalan kampung, perempatan, balai warga, atau tempat yang telah disepakati bersama.

Setiap keluarga biasanya membawa makanan dari rumah. Hidangan tersebut dapat berupa nasi, lauk-pauk, jajanan tradisional, buah-buahan hingga berbagai jenis kue.

Sebelum menikmati makanan bersama, kegiatan biasanya diisi dengan menyanyikan lagu kebangsaan, doa bersama, serta berbagai rangkaian acara lainnya.

Ada sejumlah penjelasan mengenai asal-usul istilah barikan. Salah satunya mengaitkannya dengan kata yang bermakna berkah. Ada pula yang menghubungkannya dengan istilah Jawa yang menggambarkan kegiatan warga duduk atau berkumpul dalam satu barisan.

Terlepas dari perbedaan asal-usul tersebut, barikan memiliki makna yang kuat bagi masyarakat. Tradisi ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarwarga sekaligus menumbuhkan rasa syukur atas kemerdekaan.

2. Tirakatan, Mengenang Perjuangan Para Pahlawan

Tradisi berikutnya adalah tirakatan. Kegiatan ini cukup lekat dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI dan masih dilakukan oleh masyarakat di berbagai wilayah Jawa Timur.

Tirakatan biasanya digelar pada malam menjelang peringatan 17 Agustus. Suasananya cenderung lebih khidmat dibandingkan kegiatan perayaan kemerdekaan yang diisi dengan hiburan atau perlombaan.

Dalam pelaksanaannya, warga dapat berkumpul untuk menyanyikan lagu kebangsaan, mengheningkan cipta, membaca doa, hingga mendengarkan sambutan mengenai arti kemerdekaan.

Tidak jarang acara juga dilengkapi dengan pembacaan puisi atau sajak bertema perjuangan. Setelah rangkaian kegiatan selesai, masyarakat kemudian menikmati makanan bersama.

Tirakatan bukan sekadar kegiatan rutin setiap tahun. Di dalamnya terdapat pesan untuk kembali mengingat perjuangan dan pengorbanan para pahlawan dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga : Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026: Ini Daftar Negara yang Bisa Melihat, Ada Spanyol hingga Islandia

Melalui tradisi ini pula, masyarakat diajak untuk menjaga persatuan dan tidak melupakan nilai gotong royong yang menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.

3. Tidur Bersama di Tenda, Tradisi Warga Mojokerto

Ada pula tradisi yang terbilang unik karena perayaan kemerdekaan dilakukan dengan cara bermalam bersama di dalam tenda.

Tradisi tersebut dilakukan oleh sebagian masyarakat di Mojokerto dan telah berlangsung sejak sekitar 2001.

Menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI, warga mendirikan tenda di lingkungan tempat tinggal. Setelah itu, mereka bermalam bersama dan mengikuti berbagai kegiatan yang telah disiapkan.

Kegiatan tersebut dapat berupa permainan, pertunjukan sederhana, diskusi, hingga makan bersama. Anak-anak, orang dewasa, maupun warga lanjut usia dapat ikut merasakan suasana kebersamaan tersebut.

Tradisi bermalam di tenda ini menjadi salah satu cara warga menjaga budaya guyub dan gotong royong. Terlebih, kehidupan masyarakat modern yang semakin sibuk membuat interaksi antarwarga terkadang tidak sebanyak dahulu.

Dengan berkumpul dan bermalam bersama, warga memiliki kesempatan untuk saling mengenal lebih dekat. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antar tetangga dan membangun kebersamaan lintas generasi.

Hingga kini, tradisi tidur bersama di tenda masih dipertahankan oleh sebagian masyarakat Mojokerto sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan.

Perayaan 17 Agustus di Jawa Timur ternyata tidak hanya soal lomba dan upacara bendera. Berbagai tradisi yang masih bertahan menunjukkan bahwa masyarakat memiliki cara tersendiri untuk mengungkapkan rasa syukur sekaligus mengenang perjuangan para pahlawan.

Barikan mengajarkan pentingnya kebersamaan, tirakatan menjadi ruang untuk melakukan refleksi dan mengenang jasa para pejuang, sedangkan tradisi tidur bersama di tenda memperlihatkan kuatnya budaya guyub di tengah masyarakat.

Tradisi-tradisi tersebut menjadi bagian dari kekayaan budaya Jawa Timur yang menarik untuk terus dilestarikan. Sebab, di balik kemeriahan perayaan HUT Kemerdekaan RI, terdapat nilai persatuan, gotong royong, dan rasa syukur yang menjadi bagian penting dari makna kemerdekaan.


Topik

Serba Serbi hut ri tradisi kemerdekaan jatim



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Dede Nana