Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Lingkungan

Resapan Air Lereng Arjuno Menyusut Picu Sedimentasi Sungai, Ancaman Banjir Intai Kota Batu

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

07 - Apr - 2026, 20:10

Placeholder
Susur sungai di aliran Kali Krecek dilakukan Pemkot Batu pasca banjir lumpur luapan pada 30 Maret lalu. Hasil susur sungai menunjukkan sedimentasi tinggi yang memicu kiriman lumpur saat resapan air berkurang di hulu.(Foto: Dokumen Prokopim Setda Kota Batu)

JATIMTIMES – Rentetan bencana banjir lumpur yang melanda wilayah Kecamatan Bumiaji menjadi sinyal kuat bahwa daya dukung lingkungan di lereng Gunung Arjuna sedang tidak baik-baik saja. Hasil susur sungai dipaparkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu menunjukkan, tingginya sedimentasi di aliran sungai saat ini merupakan dampak langsung dari menyusutnya daerah resapan air di wilayah hulu.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu, Gatot Noegroho, menjelaskan bahwa fenomena banjir yang membawa lumpur pekat seperti yang terjadi di Sungai Krecek pada 30 Maret lalu disebabkan oleh air hujan yang tidak lagi terserap ke dalam tanah.

Baca Juga : Polisi Amankan 10 Tersangka Maling Kabel Milik PT Telkom Kalidawir, Kerugian Capai Belasan Juta Rupiah

"Pastinya daerah tangkapan air berkurang. Air yang seharusnya diresap oleh pohon, sekarang langsung ke bawah (sungai). Karena tanah ikut terbawa, terjadilah sedimentasi tinggi. Ini akumulasi tahunan yang puncaknya terlihat saat curah hujan tinggi," ujar Gatot saat ditemui JatimTIMES, Selasa (7/4/2026).

Kondisi ini kian mengkhawatirkan seiring dengan masifnya pembangunan di wilayah hulu, termasuk destinasi wisata baru di kawasan Tulungrejo dan sekitarnya. Gatot menekankan, pembangunan di wilayah rawan bencana seperti Bumiaji tidak boleh dilakukan secara sembarangan tanpa mempertimbangkan aspek mitigasi.

Meskipun kewenangan perizinan berada di dinas terkait, BPBD memiliki peran vital dalam memberikan rekomendasi teknis atau advice bagi setiap bangunan yang berdiri di zona rawan. Hal ini bertujuan agar pembangunan tidak justru memperparah risiko bencana bagi warga di wilayah hilir.

"Kalau kami dibutuhkan untuk pengamatan, sifatnya memberikan advice atau saran rekomendasi. Misalnya, jika membangun di daerah rawan longsor, wajib ada aliran pembuangan air (drainase) yang lancar tanpa hambatan, serta pembuatan dinding penahan tanah yang sesuai standar," tegasnya.

Menurutnya, setiap pengembang atau pemilik bangunan di wilayah sensitif seperti Bumiaji harus memastikan bahwa air larian (run-off) dari bangunan mereka tidak langsung membebani sungai yang sudah mengalami pendangkalan. Tanpa sistem drainase dan resapan yang mumpuni, setiap bangunan baru berpotensi turut memicu banjir lumpur di masa depan.

Baca Juga : 184 Siswa Kota Batu Tembus PTN Jalur SNBP 2026, Naik Signifikan Dibanding Tahun Lalu

"Termasuk titik rawan bencana, itu semua bisa dilihat di peta kami. Kalau masuk daerah aliran sungai, advice-nya harus tentang penanganan banjir dan longsor. Teknis kedalamannya pun harus dihitung matang bersama dinas terkait seperti PUPR," tambahnya.

Saat ini, BPBD tengah bekerja sama dengan Universitas Negeri Malang (UM) untuk memetakan secara digital enam aliran sungai krusial di lereng Arjuna. Data ini nantinya akan menjadi rujukan utama dalam menentukan zona mana yang masih aman untuk dikembangkan dan mana yang harus diproteksi ketat demi menjaga keseimbangan ekosistem Kota Batu.

"Tujuannya agar aliran air berjalan normal dan pembangunan yang ada tidak justru mempertaruhkan keselamatan masyarakat bawah yang harus menanggung dampak sedimentasi dan banjir bandang," pungkas Gatot.


Topik

Lingkungan Sedimentasi sungai resapan air Gunung Arjuno banjir Kota Batu



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Sri Kurnia Mahiruni