JATIMTIMES – Beasiswa 1.000 Sarjana program Pemerintah Kota Batu menjadi oase bagi mahasiswa yang menempuh studi di perguruan tinggi.
Salah satu penerima manfaat, Arya Nabila Revina, mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) asal Desa Sidomulyo, mengungkapkan bahwa program ini mematahkan stigma bahwa beasiswa pemerintah hanya diperuntukkan bagi kampus negeri.
Baca Juga : Daftar Bansos Cair April 2026: PKH, BPNT, PIP hingga PBI, Ini Rincian dan Cara Cek Penerima
Bagi Revina, bantuan finansial dari Pemkot Batu telah dirasakan dampaknya, terutama untuk menambal biaya operasional kuliah di kampus swasta yang relatif tinggi. Dengan biaya SPP mencapai Rp 10 juta per semester, kucuran dana beasiswa mampu meng-cover hingga 50 persen beban biaya studinya.
"Sebagai mahasiswa swasta, ada uang gedung dan UKT yang cukup besar. Semester lalu saya dibantu Rp 5 juta dari pemkot, dan tahun 2025 ini meningkat jadi Rp 6 juta ditambah uang saku individu Rp 750 ribu. Ini sangat meringankan beban keluarga," ungkap Revina, Jumat (3/4/2026).
Meski sangat bersyukur, Revina memberikan catatan terkait alur birokrasi pencairan dana. Berdasarkan pengalamannya, terdapat jeda waktu (time lag) yang cukup lama antara pengajuan (apply) dengan waktu pencairan dana di rekening mahasiswa.
Ia menceritakan, proses administrasi biasanya memakan waktu hingga satu tahun. Hal ini membuat mahasiswa tidak bisa sepenuhnya mengandalkan beasiswa tersebut untuk pembayaran komponen kuliah yang bersifat mendesak di semester berjalan.
"Saya ajukan proposal di semester 5, tapi uangnya baru turun untuk pembayaran semester 6. Begitu juga saat apply semester 7, baru cair di semester 8. Jadi, sepertinya tidak bisa digantungkan banget untuk bayar tepat waktu karena skemanya yang kurang tertata di timeline," jelas mahasiswi asli Sidomulyo ini.
Menurut dia, regulasi ini perlu diperbaiki agar mahasiswa kategori tidak mampu tidak terancam cuti kuliah akibat menunggu dana cair. "Harapannya, kalau apply semester 5 ya cairnya di semester 5. Kasihan teman-teman yang tidak punya alternatif biaya lain selain beasiswa ini," tambahnya.
Komitmen IPK dan Harapan Beasiswa S2
Di balik bantuan finansial tersebut, Pemkot Batu menetapkan standar akademik yang ketat. Revina mengaku harus menjaga konsistensi indeks prestasi kumulatif (IPK) di atas angka 3,00 sebagai syarat mutlak keberlanjutan beasiswa. Hal ini menurutnya menjadi motivasi tambahan agar mahasiswa tetap bertanggung jawab secara akademik.
Melihat keberhasilan program ini, Revina juga menyuarakan aspirasi rekan-rekannya sesama lulusan S1 di Kota Batu. Ia menyarankan agar Pemkot mulai mempertimbangkan program beasiswa untuk jenjang Magister (S2).
"Banyak anak-anak Batu yang berminat lanjut S2 tapi terkendala biaya. Mungkin ini bisa dipertimbangkan sebagai langkah lanjutan untuk meningkatkan kualitas SDM daerah," sarannya.
Menutup testimoninya, Revina mengajak lulusan SMA/SMK asal Kota Batu untuk tidak berkecil hati jika terkendala biaya kuliah. Ia menekankan bahwa Beasiswa 1.000 Sarjana kini jauh lebih inklusif karena bisa diajukan sejak semester pertama begitu dinyatakan diterima di perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.
"Jangan merasa tidak ada biaya untuk kuliah. Mulai semester 1 sudah bisa apply kalau sudah ada bukti diterima universitas. Manfaatkan kesempatan ini karena beasiswa ini sangat terbuka, bahkan untuk kami yang kuliah di universitas swasta," pungkasnya.
Baca Juga : Perbaiki Layanan di Usia ke-112, Ini Saran DPRD Kota Malang
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Alfi Nurhidayat menegaskan, program ini merupakan langkah konkret untuk memastikan tidak ada warga Kota Batu yang putus kuliah karena kendala biaya. "Program ini dirancang inklusif untuk merangkul berbagai potensi yang ada di masyarakat," ujarnya.
Alfi menjelaskan, terdapat tujuh kategori bantuan yang bisa dimanfaatkan warga. Selain kategori umum seperti prestasi akademik dan non-akademik, tersedia juga kuota khusus untuk warga tidak mampu, Hafiz Alquran, serta penyandang disabilitas.
"Kami juga memberikan apresiasi khusus melalui kategori bantuan untuk guru non-ASN dan perangkat desa,” imbuhnya.
Untuk menjaga akuntabilitas, alur pendaftaran dilakukan secara bertahap melalui sistem daring dan luring. Calon mahasiswa diwajibkan mengunduh template proposal di laman resmi hingga menyerahkan berkas fisik ke Balai Kota Among Tani.
Penyerahan berkas fisik dibagi menjadi dua titik. Berkas diserahkan ke Dinas Pendidikan di lantai 2 Gedung A, sedangkan berkas fotokopi ditujukan ke Bagian Umum Sekretariat Daerah di lantai 3.
"Proses verifikasi dilakukan ketat untuk menjamin penyerahan beasiswa tepat sasaran," pungkas Alfi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batu Aries Setiawan menyampaikan komitmennya untuk menyukseskan program strategis tersebut. Melalui informasi yang akurat, dirinya berharap agar program dapat menyentuh masyarakat yang potensial dan membutuhkan.
"Sebagai instansi yang menangani Pengelolaan Informasi Daerah, berkontribusi mendukung Visi Misi 1000 Sarjana dengan diseminasi informasi kepada masyarakat agar bisa tepat sasaran," kata Aries.
Menurut dia, publikasi informasi yang benar dan bertanggung jawab, serta menjadi ruang bagi masyarakat memberikan saran masukan atas kinerja pemerintah daerah adalah komitmen Diskominfo.
"Untuk mahasiswa, manfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya untuk para generasi masa depan Kota Batu yang berkarakter serta berkontribusi positif dan aktif untuk kota batu setelah menempuh pendidikan," harapnya.(Adv)
