Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Hukum dan Kriminalitas

Data Kekerasan di Kota Batu: Tren KDRT Menurun, Masalah Kesehatan Mental Meningkat

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Nurlayla Ratri

18 - Mar - 2026, 10:03

Placeholder
Ilustrasi bayang-bayang kekerasan. (Foto: https://commons.wikimedia.org)

JATIMTIMES - Isu kekerasan masih menjadi pekerjaan rumah serius di Kota Batu. Berdasarkan potret data terbaru dari Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Batu, meski secara total angka korban tercatat mengalami penurunan, namun dinamika jenis kekerasan yang terjadi justru semakin beragam dan mengkhawatirkan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3A2KB) Kota Batu, Heru Yulianto, menegaskan bahwa segala bentuk tindak kekerasan, baik fisik maupun verbal, sama sekali tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa atau lumrah.

Baca Juga : Panduan Mudik Sehat 2026: Dinkes Kota Batu Bagikan Tips Agar Perjalanan Aman dan Nyaman

Menurut dia, kekerasan tidak boleh dianggap biasa. Pihaknya ingin menekankan kepada masyarakat bahwa suara korban jauh lebih kuat jika berani melapor. Berdasarkan data tabel dari Puspaga Kota Batu, total korban kekerasan pada tahun 2024 menyentuh angka 111 orang. Sementara pada tahun 2025 (hingga data dirilis), angka tersebut berada di angka 80 korban.

"Terdapat pergeseran tren jenis kasus yang menonjol," kata Heru Yulianto belum lama ini.

Jika pada tahun 2024 kasus terkait pengasuhan (20 kasus) dan pendidikan (24 kasus) menjadi yang tertinggi, pada tahun 2025 isu kesehatan mental justru menunjukkan lonjakan dengan 14 kasus. Sementara itu, kasus KDRT tercatat menurun dari 10 kasus di tahun 2024 menjadi 5 kasus di tahun 2025.

Selain itu, muncul fenomena kasus baru yang tercatat di tahun 2025, yakni Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) sebanyak 3 kasus dan pelanggaran UU ITE sebanyak 1 kasus.

"Data ini menunjukkan bahwa masalah di dalam keluarga bukan hanya soal fisik, tapi juga menyangkut kesehatan mental dan pola asuh yang harus terus kita edukasi," imbuhnya.

Senada dengan data Puspaga, gabungan data bersama P2TP2A Kota Batu juga mengungkap perbandingan gender para korban. Pada tahun 2024, korban perempuan dewasa mendominasi dengan 73 orang, sementara laki-laki dewasa sebanyak 38 orang. Di kategori anak-anak, tercatat 15 anak perempuan dan 14 anak laki-laki menjadi korban.

Baca Juga : Waspada Pembobolan Rumah Kosong saat Ditinggal Mudik Lebaran, Ini Tips dan Imbauan Polres Batu

Memasuki tahun 2025, meski angka secara keseluruhan melandai, jumlah anak laki-laki yang menjadi korban (11 orang) tercatat lebih tinggi dibandingkan anak perempuan (8 orang). Hal ini menunjukkan bahwa kerentanan kekerasan tidak hanya menyasar satu kelompok gender saja.

Heru menambahkan, penurunan angka laporan diharapkan bukan karena korban takut bersuara, melainkan karena kesadaran masyarakat yang meningkat. Namun, jika kekerasan atau pelecehan seksual terjadi di sekitar lingkungan, Pemkot Batu telah menyediakan jalur pengaduan yang siap merespons cepat.

"Jangan diam jika melihat atau mengalami kekerasan. Segera hubungi hotline kami," pungkasnya.

Bagi masyarakat Kota Batu yang membutuhkan pendampingan atau ingin melaporkan tindak kekerasan, dapat menghubungi nomor layanan resmi PUSPAGA Kota Batu di nomor: 0812-5246-5226 , dan P2TP2A Kota Batu di nomor: 0812-5246-5225.


Topik

Hukum dan Kriminalitas kota batu kdrt melaporkan tindak kekerasan data kekerasan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Nurlayla Ratri

Hukum dan Kriminalitas

Artikel terkait di Hukum dan Kriminalitas