Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Jangan Lewatkan! 7 Fenomena Langit Ramadan 2026, dari Planet Berbaris hingga Gerhana Bulan Total

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

19 - Feb - 2026, 14:14

Placeholder
Ilustrasi fenomena planet sejajar. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Ramadan 2026 menghadirkan suasana yang berbeda. Selain momen ibadah yang khusyuk, langit malam sepanjang akhir Februari hingga Maret 2026 juga dipenuhi berbagai fenomena astronomi menarik. Bagi pecinta langit maupun masyarakat umum yang ingin menikmati suasana malam Ramadan dengan cara berbeda, inilah waktu yang tepat untuk menengadah dan menyaksikan keajaiban alam semesta.

Mulai dari planet-planet yang tampak berjajar, parade enam planet, gerhana bulan total, hingga peristiwa ekuinoks, semuanya bisa diamati tanpa harus memiliki peralatan canggih cukup dengan mata telanjang dan langit yang cerah.

Baca Juga : Berpeluang Besar Jabat Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri Tunggu Perintah DPP PDIP

Dilansir dari berbagai sumber, berikut rangkaian fenomena langit yang akan menghiasi Ramadan 2026.

1. 20 Februari 2026: Planet-Planet Tampak Berjajar di Langit Barat

Pada 20 Februari 2026, sekitar pukul 18.00 waktu setempat, arahkan pandangan ke langit barat sesaat setelah matahari terbenam. Anda akan melihat susunan beberapa objek langit yang tampak membentuk garis vertikal.

Planet yang terlibat dalam konfigurasi ini adalah Venus, Merkurius, dan Saturnus, serta bulan sabit tipis.

Venus menjadi objek paling mudah dikenali karena cahayanya sangat terang. Planet ini sering disebut sebagai “bintang senja” karena kemunculannya yang mencolok setelah matahari terbenam. Di bawah atau di dekatnya, Merkurius tampak lebih redup, sementara Saturnus terlihat dengan cahaya yang lebih lembut.

Fenomena ini terjadi karena perbedaan kecepatan orbit masing-masing planet yang pada waktu tertentu membuat mereka tampak sejajar jika dilihat dari Bumi. Meski sebenarnya jarak antarplanet sangat jauh, dari perspektif kita mereka terlihat seolah berada dalam satu garis.

2. 28 Februari 2026: Parade Enam Planet Hiasi Langit Ramadan

Menjelang akhir Februari, langit kembali menghadirkan fenomena yang lebih spektakuler, yakni parade enam planet pada 28 Februari 2026.

Enam planet yang terlibat dalam konfigurasi ini adalah Merkurius, Venus, Saturnus, Jupiter, Uranus, dan Neptunus.

Merkurius, Venus, dan Saturnus terlihat berdekatan di langit barat hingga selatan setelah matahari terbenam. Venus kembali menjadi yang paling terang. Sementara itu, Jupiter tampak lebih tinggi dan menjadi salah satu objek paling terang di langit malam.

Untuk Uranus dan Neptunus, pengamatan memerlukan teleskop karena cahayanya terlalu redup untuk dilihat dengan mata telanjang. Meski demikian, keberadaan enam planet dalam satu rentang pandang menjadikan momen ini istimewa dan jarang terjadi.

Parade planet seperti ini tidak berarti planet-planet benar-benar berbaris lurus di angkasa, melainkan hanya tampak sejajar dari sudut pandang Bumi.

3. 3 Maret 2026: Gerhana Bulan Total “Worm Moon”

Memasuki awal Maret, fenomena paling dinantikan adalah gerhana bulan total pada 3 Maret 2026. Gerhana ini bertepatan dengan fase bulan purnama yang dikenal sebagai “Worm Moon”.

Saat gerhana total terjadi, bulan tidak menghilang dari langit. Justru sebaliknya, warnanya berubah menjadi jingga tembaga. Warna ini muncul karena cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi mengalami pembiasan dan hanya menyisakan spektrum cahaya kemerahan yang mencapai permukaan bulan.

Fenomena ini populer dengan sebutan Blood Moon, meski secara ilmiah warna yang terlihat cenderung tembaga, bukan merah darah pekat.

Gerhana bulan total ini dapat disaksikan dari sebagian besar wilayah Amerika Utara, Asia, hingga Oseania. Di Indonesia, fenomena ini diperkirakan mulai terlihat sekitar pukul 18.30 WIB, tergantung lokasi dan kondisi cuaca setempat.

Karena terjadi pada waktu magrib hingga malam, momen ini sangat cocok diamati setelah berbuka puasa atau usai salat tarawih.

4. 7–8 Maret 2026: Konjungsi Venus dan Saturnus

Beberapa hari setelah gerhana, tepatnya pada 7 dan 8 Maret 2026, akan terjadi konjungsi antara Venus dan Saturnus.

Konjungsi adalah peristiwa ketika dua objek langit tampak sangat berdekatan di langit dari sudut pandang Bumi. Pada malam tersebut, Venus dan Saturnus akan terlihat rendah di langit barat sekitar pukul 19.15.

Baca Juga : Dispendukcapil Kota Blitar Raih Predikat Zona Integritas Menuju WBK/WBBM pada SAKIP Award 2025

Dengan mata telanjang, keduanya tampak seperti dua titik cahaya berdekatan. Jika menggunakan teropong, jarak keduanya terlihat lebih jelas. Sementara dengan teleskop kecil, cincin Saturnus bahkan dapat terlihat, meski posisinya tampak hampir sejajar sehingga tidak terlalu terbuka.

Momen ini menjadi kesempatan menarik untuk mengenal lebih dekat keindahan planet bercincin tersebut.

5. 18 Maret 2026: Malam Bulan Baru, Waktu Terbaik Mengamati Galaksi

Pada 18 Maret 2026, bulan memasuki fase bulan baru. Artinya, bulan tidak terlihat di langit malam karena posisinya berada di antara Bumi dan Matahari.

Kondisi ini justru menciptakan langit yang lebih gelap dari biasanya. Tanpa cahaya bulan, bintang-bintang dan objek langit dalam seperti galaksi tampak lebih jelas.

Periode Maret hingga pertengahan Mei dikenal sebagai musim terbaik untuk mengamati galaksi pada awal malam. Jika berada di lokasi minim polusi cahaya, Anda bahkan bisa melihat pita cahaya Bima Sakti dengan mata telanjang.

6. 19–20 Maret 2026: Bulan Sabit Bertemu Venus

Pada 19 Maret sekitar pukul 19.15, bulan sabit tipis akan tampak berdekatan dengan Venus di langit barat. Venus berada di sisi kiri atas bulan dan terlihat sangat terang.

Malam berikutnya, 20 Maret, posisi keduanya berubah. Venus tampak berada di bawah bulan, menciptakan pemandangan yang fotogenik dan mudah diabadikan menggunakan kamera ponsel.

Fenomena ini sering disebut sebagai konjungsi bulan dan planet, dan biasanya menjadi objek favorit para fotografer langit.

7. 20 Maret 2026: Ekuinoks Maret, Siang dan Malam Hampir Sama Panjang

Pada 20 Maret 2026, terjadi peristiwa astronomi penting lainnya, yakni ekuinoks Maret.

Ekuinoks terjadi ketika Matahari melintasi garis khatulistiwa langit. Pada momen ini, durasi siang dan malam hampir sama panjang di seluruh dunia. Matahari terbit hampir tepat di timur dan terbenam hampir tepat di barat.

Peristiwa ini menandai awal musim semi di belahan bumi utara dan awal musim gugur di belahan bumi selatan.

Ramadan 2026, Saat yang Tepat Menikmati Keindahan Semesta

Rangkaian fenomena langit selama Ramadan 2026 menjadi pengingat akan luasnya alam semesta dan keteraturan pergerakan benda-benda langit. Tanpa perlu peralatan mahal, siapa pun bisa menikmati keindahannya asalkan cuaca cerah dan lokasi pengamatan bebas dari polusi cahaya.

Di tengah kesibukan sahur, berbuka, dan ibadah malam, menyempatkan diri menatap langit bisa menjadi pengalaman yang menenangkan sekaligus menambah rasa syukur.

Ramadan tahun ini bukan hanya tentang memperkuat spiritualitas, tetapi juga tentang menikmati keajaiban langit yang hadir hampir setiap pekan.


Topik

Peristiwa Fenomena langit ramadan ramadan gerhana bulan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa