Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Malang Siapkan Sekolah Khusus Atlet, Fokus Seimbangkan Prestasi dan Nilai Rapor

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Nurlayla Ratri

12 - Feb - 2026, 18:02

Placeholder
Ilustrasi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Pemandangan atlet muda berlari dari kolam renang ke ruang kelas dengan tubuh masih basah keringat tampaknya ingin segera diakhiri. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mewacanakan pendirian SMP unggulan khusus bagi siswa berprestasi di bidang olahraga.

Gagasan ini bukan sekadar label unggulan, tetapi konsep sekolah yang dirancang untuk menyelaraskan jadwal latihan dan pembelajaran akademik secara terintegrasi.

Baca Juga : 15 Pantangan Tahun Baru Imlek 2026 yang Masih Dipercaya, Simbol Harapan agar Rezeki dan Hoki Tidak Kabur

Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, menyebut konsep tersebut terinspirasi pola Sekolah Garuda—sekolah unggulan berasrama yang masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto.

“Kalau memang diizinkan pimpinan dan disetujui akademisi serta masyarakat, SMP unggulan itu akan kami manfaatkan khusus untuk anak-anak yang memiliki prestasi olahraga,” ujar Suwarjana.

Menurutnya, hingga kini belum ada SMP di Jawa Timur yang secara khusus menampung siswa dengan latar belakang prestasi olahraga dalam satu sistem pembinaan yang terstruktur dan terintegrasi. Padahal, Kota Malang dikenal sebagai salah satu lumbung atlet muda potensial.

Selama ini, para atlet pelajar kerap menghadapi dilema klasik: latihan atau belajar. Suwarjana mencontohkan atlet renang yang harus memulai latihan pukul 06.00 pagi, sementara pukul 06.30 sudah wajib masuk sekolah. Latihan biasanya selesai sekitar pukul 07.30, ketika tenaga sudah terkuras.

“Sudah capek, lalu harus mengikuti pelajaran di kelas. Apakah mereka mampu menyerap pelajaran dengan optimal?” ungkapnya.

Melalui SMP unggulan khusus atlet, Disdikbud ingin menghadirkan sistem penataan waktu yang lebih ideal. Jika mengadopsi pola berasrama, jadwal belajar dan latihan bisa diatur lebih proporsional.

“Jadi nanti pembelajarannya kapan, latihannya kapan, itu tertata. Antara akademik dan prestasi non akademik bisa seimbang,” tegasnya.

Baca Juga : Kronologi Guru SD di Jember Viral Telanjangi Siswa, Gegara Kehilangan Uang Rp 75 Ribu

Ia juga menyinggung cabang sepak bola sebagai contoh. Menurutnya, kecerdasan akademik berperan penting dalam membaca taktik dan strategi permainan. Kemampuan berpikir sistematis yang diasah di bangku sekolah justru bisa menjadi pembeda saat atlet berada di lapangan.

Dalam waktu dekat, Disdikbud akan menyiapkan proposal untuk diajukan kepada Wali Kota Malang sebagai langkah awal realisasi gagasan tersebut. Meski ide ini sudah lama masuk dalam rencana program, hingga kini belum ada permintaan resmi dalam bentuk nota dinas.

“Kalau memang sudah diminta, kami akan menyampaikan konsepnya ke pimpinan,” tambahnya.

Suwarjana menegaskan, fokus pada siswa berprestasi olahraga bukan tanpa alasan. Banyak atlet muda di Kota Malang dinilai memiliki kecerdasan yang baik, namun waktu mereka habis untuk latihan sehingga potensi akademiknya tak tergarap maksimal.

Kini, wacana SMP khusus atlet itu menjadi harapan baru: agar tak ada lagi pilihan sulit antara mengejar medali atau meraih prestasi di kelas. Di Kota Malang, keduanya ingin berjalan beriringan.


Topik

Pemerintahan Disdikbud Kota Malang Suwarjana sekolah garuda sekolah khusus atlet



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Nurlayla Ratri