JATIMTIMES - Dugaan Hendra Rahman (31) warga Dusun Gunungsari, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang hilang lantaran tenggelam usai terseret ombak saat mancing semakin menguat. Hal itu menyusul ditemukannya sandal milik korban di lokasi kejadian, yakni di kawasan Pantai Watu Lepek, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang.
"Sementara barang milik korban yang ditemukan adalah sepeda motor dan sandal jepit," ungkap Kapolsek Gedangan AKP Slamet Subagyo.
Baca Juga : Aksi Heroik Tim Medis Persebaya, Gerak Cepat Tangani Pemain Lawan yang Pingsan
Sandal milik korban tersebut, dijelaskan Subagyo, ditemukan di lokasi yang cukup jauh dari titik korban diduga memancing. Hal itu mengisyaratkan korban yang dilaporkan hilang memang tenggelam usai hanyut terseret ombak.
"Sandal jepit korban ditemukan pada jarak kurang lebih 400 meter arah timur dari titik diduga menjadi lokasi korban mancing," ujar Perwira Polri dengan pangkat tiga balok ini.
Lebih lanjut, Koordinator Unit Siaga Search and Rescue (SAR) Malang Raya Yoni Fariza menjelaskan, sandal milik korban tidak ditemukan berdekatan. Sebaliknya, ditemukan di lokasi yang berjarak sekitar puluhan meter.
"Sandal korban ditemukan di tempat yang agak berjauhan, di dua tempat yang berbeda antara yang kiri dan kanan. Jaraknya kira-kira sekitar 50-an meter," ujar Yoni kepada JatimTIMES, saat dikonfirmasi usai Operasi SAR hari kedua ditutup, Sabtu (19/10/2024) malam.
Berdasarkan analisia Tim SAR, disampaikan Yoni, sandal korban yang ditemukan secara terpisah pada jarak puluhan meter tersebut mengisyaratkan korban memang hilang lantaran tenggelam. "Kemungkinan korban tenggelam, jadi entah tersapu ombak dulu atau terpeleset duluan," ujar Yoni.
Sebagaimana diberitakan, Rabu (16/10/2024) sekitar pukul 09.00 WIB korban berpamitan kepada keluarganya untuk pergi mancing di Pantai Watu Lepek. Yakni pada sisi timur dari pantai Batu Bengkung, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang.
Baca Juga : 4 Unit Water Stasion Gratis Dihadirkan KAI Daop 8 Surabaya di Stasiun Malang
Hingga keesokan harinya, Kamis (17/10/2024) korban tak kunjung pulang. Handphone milik korban juga tidak bisa dihubungi. Pihak keluarga akhirnya berinisiatif mencari keberadaan korban di Pantai Watu Lepek.
Pada saat itu, pihak keluarga hanya menemukan sepeda motor milik korban. Peristiwa hilangnya korban tersebut pada akhirnya dilaporkan kepada pihak kepolisian. Hingga hari ini, Sabtu (19/10/2024), Tim SAR gabungan masih belum menemukan keberadaan korban.
"Sampai dengan pencarian hari kedua masih nihil, Operasi SAR akan dilanjutkan besok (Minggu, 20/10/2024) pagi," pungkas Yoni.
