JATIMTIMES - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang mengambil bagian dalam mendukung pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Perguruan tinggi tersebut menghadirkan layanan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para muktamirin, tamu, serta warga Nahdliyin yang hadir dalam momentum organisasi keagamaan tersebut.
Layanan tersebut dijalankan melalui Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maliki Malang. Kehadiran posko kesehatan menjadi bentuk kontribusi langsung kampus dalam memastikan para peserta dan tamu muktamar tetap mendapatkan akses layanan kesehatan selama mengikuti rangkaian kegiatan.
Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP., mengatakan keterlibatan kampus dalam Muktamar ke-35 NU merupakan bagian dari komitmen pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat, bangsa, negara, dan agama.
"Untuk mensukseskan Muktamar yang ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, UIN Malang mengabdi untuk negeri, untuk agama, untuk bangsa, dan untuk negara," ujar Ilfi.
Menurutnya, keberadaan posko tersebut tidak sekadar menjadi fasilitas tambahan dalam pelaksanaan muktamar. Layanan kesehatan diperlukan mengingat muktamar merupakan agenda besar yang mempertemukan banyak peserta dan berlangsung dengan rangkaian aktivitas yang cukup padat.
Karena itu, UIN Malang berupaya memastikan kondisi kesehatan peserta tetap terpantau. Pemeriksaan kesehatan dapat menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi fisik peserta, terutama setelah menjalani aktivitas dan mobilitas selama mengikuti kegiatan muktamar.
"Kami menyediakan posko konsultasi dan cek kesehatan gratis untuk muktamirin ataupun para tamu-tamu, muhibbin dari Nahdlatul Ulama," kata Ilfi.
Ia menegaskan, para peserta dan tamu yang hadir merupakan bagian dari masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian. Bagi UIN Malang, dukungan terhadap kegiatan besar NU tidak hanya diwujudkan melalui aspek akademik, tetapi juga melalui pemanfaatan keahlian dan sumber daya perguruan tinggi untuk memberikan layanan yang dirasakan secara langsung.
"Karena mereka adalah bagian dari bangsa ini, maka kami berkomitmen untuk ikut mensukseskan dan semuanya dalam keadaan sehat. Memastikan karena dalam muktamar pasti capek, maka harus kita cek kesehatannya supaya semuanya sukses berjalan dengan baik," jelasnya.
Ilfi menilai kondisi kesehatan memiliki kaitan erat dengan kemampuan seseorang menjalankan aktivitas dan tanggung jawabnya. Dalam konteks muktamar, kondisi fisik dan mental peserta menjadi salah satu faktor pendukung agar seluruh agenda dapat diikuti dengan baik.
Baca Juga : Unisma Buka Empat Stand di Muktamar NU, Siapkan Kopi Gratis hingga Diskon UKT 30 Persen
"Sehat badannya, sehat jiwa dan raganya. Insya Allah kita akan bisa melaksanakan tugas-tugas dengan baik," tuturnya.
Keterlibatan FKIK UIN Malang dalam layanan kesehatan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana kapasitas keilmuan yang dimiliki perguruan tinggi dapat diterjemahkan menjadi pelayanan publik. Keberadaan tenaga dan sumber daya di bidang kedokteran dan kesehatan tidak hanya diarahkan untuk kepentingan pembelajaran di lingkungan kampus, tetapi juga dapat digunakan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Langkah ini sejalan dengan semangat UIN Malang untuk menghadirkan pengabdian yang berdampak. Perguruan tinggi tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam kerangka akademik, tetapi juga berupaya menghadirkan keahlian yang dimiliki untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam situasi konkret.
Momentum Muktamar ke-35 NU di Tambakberas menjadi salah satu ruang bagi UIN Malang untuk menjalankan peran tersebut. Melalui posko konsultasi dan cek kesehatan gratis, kampus berupaya memberikan dukungan langsung kepada muktamirin, tamu, muhibbin NU, maupun masyarakat sekitar yang membutuhkan layanan kesehatan.
Ilfi juga menyampaikan apresiasi kepada FKIK UIN Maliki Malang yang terlibat dalam pelaksanaan layanan tersebut. "Terima kasih FKIK UIN Maliki Malang yang telah berpartisipasi untuk mensukseskan muktamar di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang ini," pungkasnya.
