JATIMTIMES - Kenaikan harga beras mulai terasa di sejumlah pasar tradisional Kota Malang. Harga beras kemasan 5 kilogram terpantau naik sekitar Rp5.000 per sak meski pemerintah memastikan pasokan belum mengalami gangguan.
Kondisi ini menunjukkan persoalan harga pangan tidak selalu bermula dari kelangkaan stok. Di tengah ketersediaan beras yang disebut masih normal, biaya produksi dan distribusi justru mulai mendorong harga jual ke tingkat konsumen.
Baca Juga : Tanah 676 Meter Persegi Jadi Sengketa, Warga Gugat Pemdes Plosowahyu Lamongan ke KIP dan Ombudsman
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi mengatakan, kenaikan tersebut ditemukan saat pihaknya melakukan inspeksi mendadak di sejumlah pasar. Salah satunya Pasar Bunulrejo, Kecamatan Blimbing.
"Harga beras tadi sudah saya cek, naik Rp5.000 satu sak. Kami akan cek semua pasar karena beras adalah kebutuhan pokok," ujar Eko, Kamis (13/7/2026).
Menurut Eko, kenaikan harga belum diikuti penurunan permintaan. Aktivitas jual beli beras di pasar masih berjalan dan pedagang juga masih mendapatkan pasokan secara normal.
Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta berarti tekanan harga bisa dianggap ringan. Sebab, beras merupakan kebutuhan yang konsumsinya sulit ditekan ketika harga mengalami kenaikan.
Eko menyebut kenaikan harga salah satunya dipicu meningkatnya biaya di tingkat produsen. Komponen seperti kantong plastik, transportasi, hingga biaya pendukung produksi disebut ikut mengalami kenaikan dan kemudian berpengaruh terhadap harga jual.
"Di Pasar Bunulrejo saya cek juga ada kenaikan, tapi permintaan banyak dan alhamdulillah stoknya masih normal," katanya.
Di sisi lain, pemerintah harus menghadapi persoalan klasik dalam pengendalian harga pangan. Ketika biaya produksi naik sementara permintaan tetap tinggi, harga di tingkat konsumen berpotensi ikut terdorong meski tidak terjadi kelangkaan barang.
Baca Juga : Tak Hanya Daging Sapi, Pembeli Ikan Segar Turut Anjlok Imbas Harga Naik
Untuk menahan tekanan tersebut, Diskopindag mengandalkan distribusi beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) melalui kerja sama dengan Perum Bulog. Beras tersebut disalurkan secara rutin setiap pekan ke pasar-pasar di Kota Malang.
Harga SPHP dipatok Rp60.000 per kemasan 5 kilogram sesuai harga eceran tertinggi (HET). Skema ini menjadi salah satu pilihan masyarakat ketika harga beras komersial mengalami kenaikan.
Eko juga menilai kenaikan harga beras belum menunjukkan adanya pelemahan daya beli masyarakat. Menurut dia, tingginya permintaan terhadap beras dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya menunjukkan konsumsi masyarakat masih berjalan.
"Sampai hari ini daya beli masyarakat tetap berjalan dan tinggi, kita lihat permintaan beras dan daging banyak," ujarnya.
Meski demikian, kenaikan harga pangan tetap perlu diwaspadai karena beras memiliki bobot penting dalam pengeluaran rumah tangga sekaligus berpengaruh terhadap tekanan inflasi. Karena itu, persoalannya bukan sekadar memastikan stok tersedia, tetapi bagaimana menjaga agar harga tetap terjangkau ketika biaya produksi terus meningkat.
