Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Bukan Pertama! Marketing Miras OT Disorot Usai Challenge Al-Qur'an, Pernah Bagi Minuman tuk Pemudik Lebaran

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

13 - Aug - 2026, 12:11

Placeholder
Suasana booth produk minuman keras New Port mengadakan tantangan hafalan Surah Ad-Duha. (Foto: Instagram)

JATIMTIMES - Polemik challenge hafalan Al-Qur'an berhadiah miras Newport di The Sounds Project ikut menyoroti strategi marketing OT Group. Diketahui, Newport adalah merek minuman beralkohol golongan B yang berada di bawah naungan Orang Tua Group (OT Group).

Konten kreator dakwah Ajir Ubaidillah menyebut aktivitas pemasaran produk minuman beralkohol yang dikaitkan dengan OT grup sebelumnya juga pernah menuai sorotan.

Baca Juga : Ingin Mendapat Empat Kebahagiaan Dunia? Jangan Pernah Lakukan Hal Ini

Ajir menyampaikan kritik itu melalui akun Instagram-nya. Ia menyinggung sejumlah kegiatan promosi yang sebelumnya juga menjadi perhatian, mulai dari pembagian bir dalam acara lari hingga pembagian minuman bermerek Anggur Orang Tua di posko mudik Lebaran.

"Mulai dari bagi-bagi bir di acara lari sampai bagi-bagi minuman anggur orang tua di acara mudik lebaran. Ini bukan kali pertama orang tua grup tidak punya kepekaan sosial dalam merancang strategi marketing," ungkapnya.

Menurut Ajir, persoalan yang terjadi bukan mengenai latar belakang agama pemilik perusahaan. Ia justru menekankan pentingnya tim marketing memahami kondisi sosial dan sensitivitas masyarakat Indonesia ketika membuat sebuah kegiatan promosi.

"Kami sama sekali tidak mempermasalahkan ownernya berlatar agama apa. Karena kami sangat terbuka dan turut senang dengan entrepreneurship lokal," ujarnya.

"Tapi kami mohon, tim marketing semestinya lebih waspada dalam membaca kondisi sosial masyarakat. Ini Indonesia, bukan Los Angeles," lanjutnya. 

Ajir kemudian mengungkit kegiatan promosi minuman bermerek Anggur Orang Tua yang diduga pernah dilakukan di posko mudik Lebaran.

Menurut dia, penggunaan produk yang identik dengan minuman beralkohol dalam momentum Lebaran dinilai tidak tepat, meskipun produk yang dibagikan disebut merupakan varian non-alkohol.

"Sebelum ini, kami ingat pembagian gratis minuman bermerek anggur orang tua di posko mudik lebaran. Semua orang ya taunya itu minuman tidak halal," jelasnya.

"Walaupun Anda buat versi non-alkohol khusus untuk peringatan lebaran dan mudik, itu langkah marketing yang sangat tidak peka dan tidak bisa membaca seperti apa status haram bagi seorang muslim di hari raya mereka," sambungnya.

Ajir juga menyinggung aksi pembagian bir dalam acara lari. Ia mempertanyakan relevansi promosi minuman beralkohol dalam kegiatan yang identik dengan olahraga dan gaya hidup sehat.

"Juga aksi pembagian bir di acara lari. Kenapa harus Anda bagikan bir? Bukankah para pelari itu kepingin sehat?" katanya.

"Bukankah ada aturan mengenai tempat jual beli dan konsumsi minuman keras?" lanjut Ajir.

Menurut Ajir, polemik terbaru di The Sounds Project menjadi persoalan yang lebih serius karena melibatkan aktivitas membaca dan menghafal Al-Qur'an dalam area promosi produk minuman beralkohol.

"Kini, kasus ketiga. Saya membaca-baca Al-Quran di bawah merek dan naungan Anda," paparnya.

Untuk diketahui, aksi bagi-bagi bir kepada pelari dilakukan pada event Pocari Run yang digelar di Kota Bandung, 19-20 Juli 2025. Aksi bagi-bagi bir ini ternyata dilakukan oleh dua komunitas yakni Free Runners Bandung dan Pace & Place. Namun belum diketahui pasti apakah bir tersebut disponsori oleh OT Group atau bukan.

Di sisi lain, melalui akun Instagram resmi anggur Orang Tua @anggurkolesom_ot, merek minuman beralkohol ini juga pernah membagikan daftar booth jamu seduhan di posko mudik Lebaran Jakarta, Jawa, Bali, hingga Sumatera pada 27-29 Maret 2025. Aksi ini sempat viral dan menuai kritik dari warganet. 

"Yuk kunjungi booth Jamu Seduhan Orang tua waktu kalian mudik biar perjalanan kalian jadi makin berkesan. Hanya untuk 21+," tulis keterangan foto akun Instagram. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, viral di media sosial, seorang pengunjung mengikuti tantangan menghafal surat Ad-Dhuha di area booth produk minuman. Pengunjung yang mampu menyelesaikan hafalan disebut mendapatkan hadiah berupa minuman keras.

Ajir menilai alasan berupa kelalaian pembawa acara (MC) ataupun penyelenggara tidak cukup untuk mengabaikan persoalan tersebut.

Baca Juga : Kementan dan Pemkot Surabaya Pastikan Penyaluran Bantuan Beras Tepat Sasaran

"Mau dibilang kelalaian MC, kelalaian penyelenggara, dan alasan lainnya. Pada akhirnya, itu semua hanya membuktikan materi marketing yang tidak cerdas," ujarnya.

Ia juga menilai kejadian tersebut menunjukkan adanya persoalan dalam kepekaan terhadap nilai-nilai agama.

"Penyebaran internal value yang keliru tentang kepekaan agama. Tolong, jangan bawa-bawa agama Islam," kata Ajir.

"Bagaimana mungkin Anda biarkan orang melecehkan Al-Quran di bawah area otoritas Anda, lalu berharap kami semua tidak bereaksi," sambungnya.

Ajir kemudian meminta agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Lalu setelah ini akan Anda ulangi lagi untuk kesekian kalinya. Mohon maaf, itu kebodohan bukan kebetulan," tulisnya.

Update terbaru, polemik challenge hafalan Al-Qur'an tersebut kini tengah diselidiki polisi. Dua orang berinisial R dan E telah diamankan di Polres Metro Jakarta Utara.

"Pelaku penistaan saat ini sudah diamankan di Polres Metro Jakarta Utara," kata Plh Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Oki Waskito.

Polisi belum memerinci peran kedua orang tersebut. Penyidik masih mendalami rangkaian kejadian dan kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin sebelumnya mengatakan pihak yang melakukan challenge diduga merupakan pengunjung festival. Orang tersebut disebut mengambil mikrofon dan secara spontan membuat tantangan kepada pengunjung lainnya.

"Berdasarkan informasi yang diperoleh dari hasil penyelidikan kami, yang bersangkutan diduga merupakan pengunjung yang datang. Pengunjung tersebut kemudian mengambil mikrofon dan secara spontan melakukan challenge. Namun aspek hukumnya masih akan kami dalami melalui pemeriksaan terhadap yang bersangkutan," kata Iman.

Penyidik juga telah meminta keterangan dari pihak penyelenggara The Sounds Project dan pemilik brand minuman Newport. Sejumlah pengunjung yang mengetahui kejadian tersebut turut diperiksa.

"Tadi malam kami sudah melakukan pemeriksaan dan mengambil keterangan dari pihak penyelenggara maupun pemilik brand. Kami juga sudah mengidentifikasi pihak yang melakukan challenge tersebut," ujar Iman.

Polisi bahkan telah mengecek lokasi kejadian di Ecopark, Ancol, serta menyita sejumlah bukti elektronik.

"Dengan atau tanpa adanya tekanan, kami sudah proaktif melakukan upaya penyelidikan. Apabila dari berita acara pemeriksaan para saksi dan temuan penyelidikan ditemukan unsur tindak pidana, tentunya kami akan melakukan penegakan hukum secara tegas," katanya.

Hingga kini, total enam orang telah diperiksa. Polisi juga masih membuka kemungkinan penyelidikan berkembang kepada pihak lain. "Tidak menutup kemungkinan untuk merembet ke pihak lain," kata Oki.

Pihak kepolisian menyebut pelaku dalam perkara tersebut berpotensi dijerat Pasal 300 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Namun, penerapan pasal masih menunggu hasil pemeriksaan saksi, tersangka, serta alat bukti yang dikumpulkan penyidik.


Topik

Peristiwa Miras OT Miras Challenge Al-Qur'an OT Group Minuman Beralkohol



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni