Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Atasi Keterbatasan Fiskal, Puguh Pamungkas Tawarkan Konsep Sabuk Wisata Desa Malang Raya

Penulis : Muhammad Choirul Anwar - Editor : Yunan Helmy

06 - Aug - 2026, 18:50

Placeholder
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Malang Raya, Puguh Wiji Pamungkas.

JATIMTIMES – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Malang Raya Puguh Wiji Pamungkas menggagas konsep terobosan "Sabuk Wisata Desa Malang Raya". Strategi ini ditawarkan sebagai solusi konkret untuk mengakselerasi sektor pariwisata sekaligus menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) di tengah tantangan keterbatasan fiskal daerah.

Puguh menilai, kawasan Malang Raya -yang mencakup Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu- sebenarnya memiliki modal kuat sebagai kawasan aglomerasi pariwisata unggulan. Namun, potensi besar tersebut belum terkelola secara terpadu sehingga dampaknya terhadap penerimaan daerah dan ekonomi warga belum maksimal.

Baca Juga : Dari Bulu Ayam Menjadi Penyerap Limbah, Inovasi Dosen FSTeM UB Dorong Pengelolaan Ramah Lingkungan

"Malang Raya ini satu paket ekosistem aglomerasi wilayah yang menjadi pusat keunggulan. Jika dipoles, diintervensi anggaran, dan diberi arah kebijakan yang jelas, kawasan ini tidak hanya memutar roda ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi sumber PAD baru untuk membantu mengatasi kekurangan fiskal daerah," ujar sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim tersebut, Kamis (6/8/2026).

Puguh menjelaskan bahwa ketiga wilayah di Malang Raya memiliki karakter yang saling melengkapi. Kota Malang memiliki kekuatan sebagai pusat pendidikan dengan lebih dari 350 ribu mahasiswa. Kota Batu unggul dalam destinasi wisata alam maupun buatan. Sementara Kabupaten Malang kaya akan bentang alam pesisir hingga perkembangan desa-desa wisata.

Anggota Komisi E DPRD Jatim ini membandingkan potensi Malang Raya dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang sukses menjadikan pariwisata sebagai penggerak utama perekonomian daerah berkat keberanian pemerintahnya melakukan refocusing anggaran.

"Yogyakarta maju karena ada intervensi arah kebijakan dan focusing anggaran yang nyata. Di Jawa Timur hal itu saya lihat belum optimal. Karena itu, perlu ada reorientasi dan refocusing anggaran untuk mengakomodasi kebutuhan para pegiat wisata desa di Malang Raya," tegasnya.

Untuk merealisasikan konsep tersebut, Puguh merumuskan tiga langkah strategis yang membutuhkan intervensi bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah kabupaten/kota setempat. Langkah pertama dimulai dengan memperkuat promosi destinasi wisata desa secara terpadu dan masif di tingkat nasional maupun internasional.

Selain promosi, pemerintah daerah juga didorong untuk memperkuat konektivitas jaringan transportasi publik dan infrastruktur antardestinasi agar pergerakan wisatawan dari Kota Malang, Kota Batu, hingga Kabupaten Malang dapat berjalan mulus.

Baca Juga : DPRD Jatim Minta APBD-P 2026 Tepat Sasaran: Fokus Jalan Belum Mantap dan Normalisasi Sungai

Upaya tersebut kemudian disempurnakan melalui penyediaan sistem informasi wisata yang terintegrasi di berbagai titik kedatangan utama seperti Stasiun Malang Kota Baru, bandara, hingga terminal.

"Melalui integrasi ini, wisatawan tidak hanya menumpuk di pusat kota seperti Kayutangan Heritage atau Kota Batu saja, tetapi menyebar ke desa-desa wisata. Dampak ekonominya jauh lebih merata dan PAD daerah terdorong maksimal," pungkas Puguh.

 


Topik

Pemerintahan Puguh Wiji Pamungkas Puguh PKS Puguh DPRD Jatim Malang Raya wisata



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Muhammad Choirul Anwar

Editor

Yunan Helmy