Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Gaya Hidup

Tukang Bangunan Melenggang di JFC 2026, Kolaborasi Semen Gresik Bareng Bubah Alfian

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

31 - Jul - 2026, 11:01

Placeholder
Momen mobil pawai Semen Gresik melintas di hadapan penonton JFC 2026. (Foto: istimewa)

JATIMTIMES - Pemandangan berbeda tersaji di gelaran Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026. Bukan hanya model profesional, sejumlah tukang bangunan turut melenggang di atas runway dalam fashion show bertema dunia konstruksi hasil kolaborasi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui Semen Gresik bersama desainer sekaligus makeup artist Bubah Alfian.

Fashion show yang digelar pada 25-26 Juli 2026 di Jember, Jawa Timur, itu sukses menyita perhatian pengunjung. Para tukang bangunan tampil percaya diri mengenakan koleksi artwear bertema konstruksi berdampingan dengan model profesional Sawitri, Oliver, dan Mustanir Afif.

Baca Juga : Daftar 10 Bank yang Tutup hingga Juli 2026, OJK Cabut Izin Usaha Sejumlah BPR

Penampilan mereka semakin semarak dengan iringan musik dari Novia Bachmid dan Indri AFI yang menghibur para penonton.

Momen tukang bangunan tampil di runway JFC 2026. (Foto: istimewa)

Momen tukang bangunan tampil di runway JFC 2026. (Foto: istimewa)

Melalui kolaborasi tersebut, Semen Gresik dan Bubah Alfian menghadirkan sudut pandang baru dalam dunia fesyen. Profesi tukang bangunan yang selama ini identik dengan pekerjaan di lapangan diangkat ke atas panggung karnaval sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam mendukung pembangunan Indonesia.

Lewat sentuhan desain yang memadukan identitas dunia konstruksi dengan estetika fesyen, para tukang bangunan tampil sebagai simbol bahwa profesi tersebut memiliki peran penting dalam pembangunan sekaligus layak mendapatkan apresiasi yang lebih luas dari masyarakat.

Besarnya antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan JFC 2026 turut mendapat apresiasi dari Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardana. Menurutnya, JFC sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) mampu memberikan dampak positif terhadap pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif nasional.

"JFC menjadi contoh nyata bagaimana sebuah perhelatan budaya mampu menghadirkan multiplier effect yang besar bagi sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga perajin lokal," ujarnya.

Foto bersama para tukang bangunan usai tampil di runway JFC 2026. (Foto: istimewa)

Foto bersama tim Semen Gresik usai tampil di JFC 2026. (Foto: istimewa)

Sementara itu, Presiden JFC Budi Setiawan menjelaskan, penyelenggaraan JFC tahun ini mengusung tema HEAL (Humanity, Earth and Life) yang merepresentasikan nilai kemanusiaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta keberlanjutan.

Menurutnya, seni kostum dan budaya menjadi media yang efektif untuk menyampaikan berbagai pesan sosial kepada masyarakat. Ia juga menilai keberhasilan penyelenggaraan JFC tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, media, hingga masyarakat.

Baca Juga : Cara Daftar Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Merdeka, Panduan Lengkap War Tiket dan Syaratnya

"JFC 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu karnaval berkelas dunia yang lahir dari kreativitas anak bangsa. Melalui seni kostum dan budaya, JFC tidak hanya menghadirkan pertunjukan yang memukau, tetapi juga membawa pesan tentang kemanusiaan, lingkungan, dan keberlanjutan kepada masyarakat global. Antusiasme wisatawan dari dalam maupun luar negeri menjadi bukti bahwa JFC terus berkembang sebagai ikon pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia," jelasnya.

Senior Manager of Retail Brand & Product Management PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Yopi Kiswanto, mengatakan keikutsertaan kembali Semen Gresik di JFC 2026 merupakan bagian dari upaya perusahaan menghadirkan perspektif baru dalam mengapresiasi profesi tukang sebagai mitra strategis yang memiliki kontribusi besar terhadap dunia konstruksi.
Ia mengaku bersyukur atas respons positif masyarakat terhadap penampilan para tukang bangunan di atas runway.

"Kami bersyukur antusiasme masyarakat terhadap penampilan para tukang sangat luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara dunia industri dan industri kreatif mampu menghadirkan pesan yang kuat sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap profesi tukang. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, industri kreatif, serta pembangunan Indonesia di masa mendatang," kata Yopi.

Melalui kolaborasi tersebut, Semen Gresik ingin menunjukkan bahwa profesi tukang bangunan tidak hanya identik dengan pekerjaan konstruksi, tetapi juga memiliki nilai, dedikasi, dan kontribusi besar yang layak mendapat panggung apresiasi di ruang publik.

Sebagai informasi, PT Semen Gresik (SG) merupakan anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) yang berdiri pada 10 Januari 2014. Perusahaan yang memiliki pabrik di Rembang, Jawa Tengah, itu menyediakan produk semen berkualitas melalui proses produksi dengan teknologi mutakhir yang ramah lingkungan.

Sebagai produk asli Indonesia, Semen Gresik terus berkontribusi dalam pembangunan berbagai proyek nasional sekaligus menjalankan komitmen terhadap keberlanjutan melalui prinsip Triple Bottom Line, yakni People, Profit, dan Planet. Perusahaan juga terus mendorong inovasi serta bersinergi dengan masyarakat sebagai bagian dari upaya menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.


Topik

Gaya Hidup Tukang Bangunan Jember Fashion Carnaval JFC 2026 Kolaborasi Semen Gresik Bubah Alfian



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni