Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Scimago Akui Kualitas Riset dan Inovasi Unisma di Tingkat Global

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

12 - Mar - 2026, 18:44

Placeholder
Rektor Unisma, Prof Drs Junaidi Mistar PhD saat menyampaikan rilis terkait peringkat Unisma. (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Universitas Islam Malang (Unisma) kembali mencatat capaian penting di tingkat nasional dan internasional. Dalam pemeringkatan Scimago Institutions Rankings (SIR) terbaru, Unisma berhasil menempati peringkat 51 perguruan tinggi terbaik di Indonesia dari ribuan perguruan tinggi negeri dan swasta yang ada.

Rektor Unisma, Prof Drs Junaidi Mistar PhD, menyampaikan bahwa posisi tersebut menjadi indikator kuat atas pengakuan dunia internasional terhadap kualitas akademik dan kontribusi ilmiah yang dihasilkan civitas akademika Unisma.

Baca Juga : Harga Melonjak di 2026, 5 Cara Investasi Perak dan Emas di Indonesia

Menurutnya, pemeringkatan Scimago merupakan salah satu rujukan global yang kredibel karena berbasis pada data publikasi ilmiah yang terindeks Scopus, salah satu pangkalan data jurnal ilmiah terbesar di dunia.

“Scimago itu lembaga yang menginformasikan kepada publik terkait jurnal-jurnal yang diindeks oleh Scopus. Biasanya jika seseorang ingin mengetahui apakah sebuah jurnal terindeks Scopus atau tidak, salah satu rujukan awalnya adalah Scimago,” ujar Junaidi, Kamis, (12/3/2026).

Dari basis data tersebut, Scimago kemudian melakukan pemeringkatan terhadap berbagai institusi pendidikan tinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Pemeringkatan tersebut tidak hanya menilai popularitas perguruan tinggi, tetapi lebih menitikberatkan pada kualitas kontribusi ilmiah yang dihasilkan.

Dalam sistem penilaiannya, Scimago menggunakan tiga indikator utama. Indikator pertama adalah kinerja riset dengan bobot penilaian sebesar 50 persen. Indikator ini mengukur produktivitas publikasi ilmiah, kualitas penelitian, serta pengaruh akademik yang dihasilkan oleh perguruan tinggi.

Indikator kedua adalah inovasi dengan bobot 30 persen yang berkaitan dengan kontribusi institusi dalam pengembangan teknologi dan inovasi berbasis penelitian. Sementara indikator ketiga adalah dampak sosial dengan bobot 20 persen yang melihat sejauh mana aktivitas akademik perguruan tinggi memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Berdasarkan indikator tersebut, Unisma berhasil menempatkan diri pada posisi strategis di tengah persaingan ribuan perguruan tinggi di Indonesia.

“Dengan jumlah sekitar 4.600 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia, Alhamdulillah Unisma berada pada posisi 51. Ini tentu capaian yang patut disyukuri sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas,” kata Junaidi.

Selain berada pada peringkat 51 secara nasional, capaian tersebut juga menempatkan Unisma pada peringkat 10 perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia. Posisi ini sekaligus memperkuat reputasi Unisma sebagai salah satu kampus swasta yang memiliki kontribusi akademik kuat di tingkat nasional.

Capaian tersebut juga menjadikan Unisma sebagai perguruan tinggi terbaik di lingkungan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) serta perguruan tinggi swasta dengan peringkat tertinggi di kawasan Malang Raya dalam pemeringkatan Scimago.

Menurut Junaidi, posisi dalam pemeringkatan internasional seperti Scimago menjadi salah satu indikator penting yang menunjukkan sejauh mana kualitas riset dan kontribusi ilmiah sebuah universitas diakui secara global.

Baca Juga : Selat Hormuz Lumpuh Akibat Konflik Timur Tengah, Ratusan Kapal Terjebak dan Harga Minyak Dunia Melonjak

“Pemeringkatan ini menunjukkan bahwa kualitas riset, inovasi, dan kontribusi akademik yang dihasilkan oleh Unisma mendapatkan pengakuan di tingkat internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa capaian tersebut tidak hanya berdampak pada reputasi kelembagaan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa. Peningkatan kualitas riset dosen dan produktivitas publikasi ilmiah akan berdampak pada kualitas pembelajaran di kelas.

Ketika dosen aktif melakukan penelitian dan menghasilkan karya ilmiah bereputasi, mahasiswa juga memiliki kesempatan lebih besar untuk terlibat dalam kegiatan riset dan pengembangan ilmu pengetahuan.

“Setiap capaian yang diraih oleh institusi pada akhirnya akan kembali kepada mahasiswa. Ketika kualitas dosen meningkat dan riset berkembang, maka kualitas pembelajaran juga ikut meningkat,” jelasnya.

Melalui peningkatan kualitas akademik tersebut, lulusan Unisma diharapkan memiliki daya saing yang semakin kuat, baik dalam dunia kerja maupun dalam menciptakan peluang usaha secara mandiri.

Ke depan, Unisma berkomitmen terus meningkatkan produktivitas riset, publikasi ilmiah internasional, serta kolaborasi akademik dengan berbagai institusi global agar posisinya dalam pemeringkatan dunia semakin menguat.

“Kami akan terus mendorong penguatan riset dan inovasi agar kontribusi ilmiah Unisma semakin luas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” kata Junaidi.


Topik

Pendidikan unisma universitas islam malang scimago riset dan inovasi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan