JATIMTIMES - Performa Arema FC di putaran kedua kompetisi musim ini menunjukkan lonjakan signifikan, meski hasil dari dua pertandingan terakhir belum memenuhi ekspektasi dari suporter. Namun grafik permainan tim berjuluk Singo Edan itu terus menanjak, menghadirkan optimisme baru di tengah persaingan yang semakin ketat.
Kehadiran sejumlah pemain anyar pada bursa transfer paruh musim menjadi salah satu faktor krusial di balik perubahan tersebut. Permainan Arema kini tampil lebih agresif, rapi, dan terorganisir. Transisi antar lini terlihat lebih padu, sementara intensitas serangan meningkat dibandingkan putaran pertama.
Baca Juga : Gebyar Ramadan 2026, SMK El Hayat Kedungkandang Perkuat Karakter dan Spiritualitas Siswa
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengakui adanya perubahan signifikan dalam performa timnya. Ia menegaskan bahwa karakter permainan proaktif dan menyerang memang menjadi identitas yang terus diperkuat.
“Kami memang punya model permainan yang proaktif dan menyerang. Kedatangan pemain baru di bursa transfer putaran kedua ini sangat memperkuat sistem dan cara bermain kami. Itulah mengapa performa kami di putaran kedua ini lebih baik," ujar Marcos Santos.
Menurutnya, tambahan amunisi baru membuat skema permainan berjalan lebih efektif. Kombinasi pemain lama dan anyar menciptakan keseimbangan antara pengalaman dan energi segar di atas lapangan.
Meski demikian, pelatih asal Brasil tersebut belum sepenuhnya puas. Ia menilai komposisi skuad saat ini masih memiliki potensi besar untuk meraih hasil yang lebih maksimal dalam setiap laga yang tersisa.
Arema FC sendiri kedatangan tiga pemain baru yakni Gianluca Pandeynuwu, Leo Guntara, dan Joel Vinicius. Ketiganya dinilai memberi warna baru sekaligus memperdalam kekuatan tim di berbagai sektor.
Baca Juga : Ramadan dan Janji Penaklukan Konstantinopel, ketika Sejarah Membenarkan Sabda Nabi
“Mereka pemain berkualitas yang memberikan banyak kontribusi bagi kami. Pengalaman mereka sangat penting, terutama untuk memahami atmosfer yang akan kami hadapi," ujar Marcos Santos.
Meski performa meningkat, Singo Edan masih belum konsisten dalam lima pertandingan terakhirnya di BRI Super League. Diantaranya yakni menang 3-0 atas Semen Padang pada 15 Februari 2026, menang 2-0 atas Persija Jakarta pada 8 Februari 2026, menang 1-0 atas Persijap Jepara pada 2 Februari 2026. Selanjutnya, imbang 2-2 melawan Madura United pada 21 Februari 2026 dan mengalami kekalahan 1-3 di tangan Borneo FC pada 26 Februari 2026.
Kombinasi tiga kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan di lima laga terakhir menunjukkan bahwa Arema mampu bersaing di papan tengah klasemen, namun masih membutuhkan stabilitas performa agar bisa menembus posisi lebih tinggi.
