Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Setahun Pemerintahan Mas Rio-Mbak Ulfi, Ekonomi Situbondo Tumbuh dan Ketimpangan Mulai Menurun

Penulis : Wisnu Bangun Saputro - Editor : Dede Nana

20 - Feb - 2026, 14:57

Placeholder
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo bersama Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah serta seluruh jajaran kepala OPD saat Press release setahun pemerintahan, Jumat (20/2/2026). (Foto: Wisnu Bangun Saputro/ JATIMTIMES)

JATIMTIMES - Satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Situbondo, Mas Rio dan Mbak Ulfi, menjadi momentum evaluasi terhadap berbagai program pembangunan yang telah dijalankan. Dalam kurun waktu tersebut, pasangan kepala daerah ini menegaskan bahwa seluruh program prioritas berjalan sesuai rencana, meskipun masih terdapat ruang untuk percepatan dan penyempurnaan ke depan.

Mas Rio menyampaikan bahwa sejak masa kampanye hingga awal menjabat, fokus utama yang diusung bersama Mbak Ulfi adalah menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Situbondo. Menurutnya, kemiskinan merupakan persoalan mendasar yang harus ditangani terlebih dahulu sebelum berbicara mengenai program-program yang bersifat simbolik atau material.

Baca Juga : Satu Tahun Pasangan YES Dirham Pimpin Lamongan, Berikut Capaiannya

“Target awal kami jelas, yaitu mengurangi kemiskinan. Dalam lima bulan pertama masa jabatan, angka kemiskinan berhasil turun sebesar 0,34 persen. Ini menjadi modal awal yang cukup penting,” ujar Mas Rio.

Selain penurunan angka kemiskinan, sejumlah indikator ekonomi makro juga menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Situbondo tercatat mengalami peningkatan, tingkat pengangguran menurun, serta gini ratio mulai membaik sebagai indikator berkurangnya ketimpangan pendapatan masyarakat.

Mas Rio menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif di masa transisi pemerintahan. Ia mengakui bahwa baik dirinya maupun Mbak Ulfi berasal dari latar belakang politik, bukan birokrasi pemerintahan, sehingga membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan sistem dan mekanisme administrasi pemerintahan.

“Di awal kami harus banyak belajar dan beradaptasi. Ada kendala teknis di pemerintahan dan birokrasi, tetapi itu bagian dari proses. Tahun pertama ini kami jadikan sebagai fase orientasi dan penyesuaian,” jelasnya.

Menurut Mas Rio, berbagai penghargaan dan capaian yang diraih selama satu tahun ini bukanlah tujuan utama. Ia menegaskan bahwa pembangunan fisik maupun fasilitas hanyalah instrumen, sedangkan substansi yang ingin dicapai adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penurunan kemiskinan dan pengangguran.

“Saya tidak bicara hal-hal yang sifatnya material, seperti bangunan megah atau fasilitas hiburan. Bagi saya itu hanya alat. Tujuan akhirnya tetap menurunkan kemiskinan,” tegasnya.

Ia mengaku lebih bangga ketika berbicara tentang data turunnya angka kemiskinan dan pengangguran. Menurutnya, indikator tersebut merupakan ukuran keberhasilan pembangunan yang sesungguhnya karena berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Selama satu tahun berjalan, evaluasi internal terus dilakukan. Pemerintah daerah menilai bahwa ke depan diperlukan langkah yang lebih cepat dan efektif agar target pembangunan dapat tercapai lebih optimal. Namun demikian, Mas Rio memilih pendekatan yang tidak radikal dalam melakukan pembenahan birokrasi.

“Saya tidak mengambil langkah ekstrem seperti langsung mengganti kepala dinas. Pendekatan saya lebih integratif, karena merekalah yang akan melaksanakan visi, misi, dan janji politik yang sudah kami sampaikan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, diperlukan jembatan pemahaman antara gagasan politik dan pelaksanaan teknis di birokrasi. Setelah satu tahun berjalan, Mas Rio menilai jajaran organisasi perangkat daerah mulai memahami arah kebijakan dan mampu menjadi bagian dari perubahan yang diinginkan.

Menutup refleksi setahun kepemimpinannya, Mas Rio menegaskan bahwa dirinya masih terus belajar, terlebih dengan usia yang relatif muda. Ia menilai proses pemerintahan ini sebagai sebuah tahapan percobaan yang terus disempurnakan agar manfaat pembangunan semakin dirasakan masyarakat Situbondo.

Dalam guyonan yang berkembang di masyarakat, Mas Rio menyebut bahwa dalam satu tahun ini hampir semua program terealisasi—“selain Sheila On Seven”. Meski demikian, ia menegaskan bahwa esensi kepemimpinan bukan pada hiburan, melainkan pada kerja nyata untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Baca Juga : Dari Palapa ke Kalimat Syahadat: Ketika Wali Songo Mengislamkan Jiwa Majapahit

Selain fokus pada penurunan kemiskinan dan perbaikan indikator ekonomi, Pemerintah Kabupaten Situbondo juga menaruh perhatian serius pada persoalan lingkungan, khususnya penanggulangan sampah. Isu ini dinilai berkaitan erat dengan kualitas hidup masyarakat, kesehatan lingkungan, serta wajah daerah.

Program penanganan sampah diarahkan pada pembenahan dari hulu ke hilir. Pemerintah daerah mendorong perubahan pola pengelolaan sampah berbasis sumber dengan mengajak masyarakat memilah sampah sejak dari rumah tangga, disertai edukasi dan sosialisasi melalui desa, sekolah, dan komunitas.

Di tingkat kebijakan, Pemkab Situbondo memperkuat peran desa melalui optimalisasi bank sampah dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Upaya ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Mas Rio menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan teknis. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta agar penanganan berjalan secara berkelanjutan.

“Kalau lingkungannya bersih, biaya kesehatan bisa ditekan, kualitas hidup meningkat, dan itu ujungnya juga berkontribusi pada pengurangan kemiskinan,” ujarnya.

Program penanggulangan sampah tersebut terintegrasi dengan agenda pembangunan lainnya, termasuk penataan kawasan permukiman dan ruang publik. Pemerintah daerah menilai bahwa pembangunan fisik tanpa diiringi pengelolaan lingkungan yang baik justru berpotensi menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Dalam satu tahun berjalan, Pemkab Situbondo juga mulai memetakan titik-titik rawan sampah serta mengevaluasi sistem pengangkutan dan pengolahan yang ada. Evaluasi tersebut menjadi dasar perbaikan kebijakan ke depan agar penanganan sampah lebih cepat, efektif, dan berdampak nyata.

Mas Rio mengakui bahwa persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar. Namun, ia optimistis dengan pendekatan bertahap dan integratif, hasilnya akan mulai terasa dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan tambahan fokus pada penanggulangan sampah, pasangan Mas Rio–Mbak Ulfi menegaskan bahwa pembangunan Situbondo tidak hanya mengejar angka dan indikator, tetapi juga kualitas lingkungan dan keberlanjutan hidup masyarakat. 

Seluruh program tersebut, pada akhirnya, diarahkan pada satu tujuan besar, yakni meningkatkan kesejahteraan dan menurunkan angka kemiskinan secara berkelanjutan.


Topik

Pemerintahan bupati situbondo pemkab situbondo



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Wisnu Bangun Saputro

Editor

Dede Nana

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan