Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Tiga Bulan Dikepung Banjir, Warga Lamongan Mengaku Cuma Dapat Bantuan 3 Kilogram Beras

Penulis : Defit Budiamsyah - Editor : Dede Nana

20 - Feb - 2026, 14:45

Placeholder
Warga Dusun Meluke, Desa Sidomulyo, Kecamatan Deket, Lamongan, yang kini sudah tiga bulan dalam kondisi banjir

JATIMTIMES – Meski sempat menunjukkan penurunan Tinggi Muka Air (TMA), banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Lamongan, dilaporkan kembali naik pada Jumat (20/2/2026).

Peningkatan debit air dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi serta meluapnya kawasan Bengawan Jero. Kondisi ini membuat perekonomian warga yang sudah terdampak selama tiga bulan terakhir, semakin terjepit.

Baca Juga : Satu Tahun Pasangan YES Dirham Pimpin Lamongan, Berikut Capaiannya

Rita Sugiarto, salah satu warga Dusun Meluke, Desa Sidomulyo, Kecamatan Deket, mengaku perekonomian anjlok karena gagal panen. Terlebih bantuan yang diterima dari pemerintah sangatlah minim.

"Dapat bantuan tiga kilo beras. Padahal panen kami juga gagal, mulai tebar benih sampai sekarang nggak dapat apa-apa," ujar Rita Sugiarto saat ditemui bersama warga lainnya, Jumat (20/2/2026).

Menanggapi situasi yang berlarut-larut, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, meninjau langsung lokasi banjir di Dusun Meluke, Desa Sidomulyo, Kecamatan Deket. Ia menegaskan pihaknya akan mengambil langkah kedaruratan untuk mempercepat penyusutan air.

"Yang jelas kita belum bisa melaksanakan langkah-langkah yang permanen untuk penanganan banjir, karena ini banjir tahunan dan sudah merendam sejak Bulan November. Kita akan melakukan langkah-langkah kedaruratan sesuai dengan bidang saya untuk memastikan kebuthan dasar masyarakat terpenuhi, dan kami akan tambah satu atau dua pompa besar lagi untuk mempercepat penurunan debit air," jelas Budi Irawan.

Baca Juga : Kantor Imigrasi Surabaya Menjadi Pilot Project Pengambilan Data Biometrik Paspor Dinas

Budi juga menyatakan akan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bisa terpenuhi selama masa darurat ini.

Banjir yang telah merendam kawasan Lamongan sejak November 2025 ini memicu desakan dari masyarakat. Warga berharap Pemerintah Daerah, Provinsi, maupun Pusat dapat bersinergi mengambil langkah konkret yang bersifat jangka panjang agar penderitaan tahunan ini tidak terus berulang.


Topik

Peristiwa banjir banjir lamongan berita lamongan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Defit Budiamsyah

Editor

Dede Nana

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa