Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Ribuan Orang Padati Pasar Takjil Ketawanggede, Dari Lapak Buka Puasa Menggerakkan Ruang Ekonomi Rakyat

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

19 - Feb - 2026, 21:13

Placeholder
Ribuan masyarakat memadati Pasar Takjil Ketawangede, roda ekonomi UMKM tergerak (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Menjelang pukul tiga sore, ribuan manusia mulai memadati Kampung Kuliner Kertosentono, Ketawanggede, Kamis, (19/2/2026). Jalanan yang biasanya lengang berubah padat. Mahasiswa, keluarga muda, hingga warga dari luar kelurahan berbaur di antara lebih dari seratus lapak yang berjajar rapi. Aroma gorengan, kolak, hingga minuman segar bercampur dengan kesibukan transaksi yang nyaris tak putus.

Pasar Takjil Ramadan RW 02 Ketawanggede kini tak lagi sekadar ruang berburu menu berbuka puasa. Ia menjelma menjadi denyut ekonomi rakyat yang bergerak cepat, padat, dan nyata dampaknya.

1

Ketua RW 02 Ketawanggede, Firman Qusnul Arif, mengatakan pasar Ramadan ini telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraan. Jika pada tahun-tahun awal jumlah pedagang masih di kisaran 80-an, kini peserta menembus lebih dari 100 lapak. Sekitar 90 persen di antaranya merupakan warga Ketawanggede sendiri, khususnya RW 02, sementara RW 1, 3, 4, dan 5 turut ambil bagian.

Baca Juga : Kemiskinan Turun tapi Garis Kemiskinan Naik: Tekanan Daya Beli Masih Terasa di Jatim

“Kita memang arahkan ini untuk menguatkan ekonomi warga sendiri. Setelah pandemi Covid-19, perlu ruang yang bisa langsung dirasakan manfaatnya,” ujar Firman.

Dari pengamatan panitia, perputaran uang dalam tiga jam operasional, mulai pukul 15.00 hingga 18.00 WIB, tergolong signifikan. Rata-rata pedagang mampu meraih omzet minimal Rp1 juta per hari. Bahkan, ada yang bisa menyentuh Rp3 juta dalam satu sore. Jika dikalkulasi sederhana, potensi transaksi harian bisa mencapai puluhan juta rupiah. Dalam satu bulan Ramadan, angka itu sangat mungkin menembus ratusan juta rupiah.

2

Salah satu pemantik tingginya transaksi adalah skema kupon belanja. Setiap pembelian Rp10 ribu, pembeli mendapatkan kupon hadiah langsung. Dalam sehari, kupon yang terkumpul bisa melampaui 1.000 lembar. Artinya, dari skema tersebut saja, terjadi perputaran sedikitnya Rp10 juta per hari.

Untuk pembelanjaan Rp50 ribu, tersedia undian berhadiah lebih besar seperti kulkas, mesin cuci, dan kompor gas yang akan diundi di akhir Ramadan. Strategi ini terbukti menjaga ritme belanja tetap tinggi hingga waktu berbuka tiba.

Firman menegaskan, panitia tidak mengambil keuntungan dari kegiatan ini. Pedagang hanya dikenakan kontribusi Rp5 ribu per hari untuk operasional dan hadiah. Dana tersebut juga dipakai untuk mendukung aspek ketertiban dan kenyamanan.

3

Pasar takjil ini, menurutnya, turut membuka lapangan pekerjaan baru. Enam tukang parkir ditempatkan di tiga titik berbeda. Masing-masing memperoleh penghasilan sekitar Rp150 ribu per hari selama operasional berlangsung. Selain itu, dua personel Linmas dibayar setiap hari untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

“Jadi dampaknya tidak berhenti di pedagang saja. Tukang parkir, Linmas, semua ikut merasakan. Kita ingin manfaatnya menyebar,” kata Firman.

Menariknya, kegiatan ini berjalan secara mandiri tanpa dukungan anggaran pemerintah. Panitia mengandalkan sponsor dan gotong royong warga. Beberapa pihak swasta sempat menawarkan kerja sama, namun pengurus memilih model kemitraan jangka panjang agar keberlanjutan program tetap terjaga, bukan sekadar momentum musiman.

4

Di sisi lain, Koperasi Merah Putih Ketawanggede juga merasakan efeknya. Ketua KMP, Budi Santoso, menyebut sebagian besar pelaku UMKM di pasar tersebut mengambil bahan baku sembako dari koperasi yang dipimpinnya.

Baca Juga : Damkar Tangkap Ular Sanca Sepanjang 3 Meter Usai Teror Warga di Malang Selama 2 Hari

“Kami memang bergerak di sembako. Banyak pedagang belanja ke kami. Ini simbiosis mutualisme. Mereka jalan, kami juga bergerak,” ujarnya.

Budi melihat pasar takjil ini sebagai momen penting bagi penguatan ekonomi skala mikro di tingkat RW. Dengan animo pengunjung yang mencapai ribuan orang setiap sore, ia optimistis total perputaran selama Ramadan bisa melampaui ekspektasi awal.

Di antara kerumunan itu, Cintya Dewi, seorang mahasiswa, tampak membawa beberapa kantong plastik berisi aneka makanan berbuka. Ia mengaku selalu menunggu pasar takjil ini setiap tahun.

“Saya memang selalu menyambut baik pasar takjil ini. Di sini banyak sekali jenis makanan, rasanya apa pun kayaknya ada,” ujar gadis asal Bekasi ini.

Tanpa terasa, ia telah membelanjakan hampir Rp50 ribu sore itu. Baginya, uang yang dikeluarkan bukan hanya soal membeli makanan, tetapi juga bentuk dukungan terhadap pelaku usaha kecil. “Animonya sampai ribuan orang. Ini sangat bagus untuk mendongkrak UMKM. Dampaknya kelihatan langsung,” pungkasnya.


Topik

Peristiwa Pasar Takjil Ketawanggede Kota Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa