JATIMTIMES - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang bersama Satpol PP Kota Malang telah menjaring 17 gelandangan dan pengemis (gepeng) sejak bulan Januari sampai Agustus 2024. Untuk menekan munculnya gepeng, peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam hal ini.
“Keterlibatan masyarakat juga sangat dibutuhkan agar gepeng ini tidak bertambah di Kota Malang. Apalagi gepeng kebanyakan dari luar Kota Malang,” ungkap Sekretaris Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Wahyu Setiawan.
Baca Juga : Fakta Telur Tak Tingkatkan Kadar Kolesterol, Ini Penjelasan Dokter!
Ya, masyarakat yang sering memberikan uangnya kepada gepeng, akan berpotensi meningkatkan jumlah gepeng di Kota Malang. Hal ini membuat gepeng seolah menggantungkan hidupnya kepada rasa iba masyarakat.
Oleh karena itu, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan uang kepada kelompok gepeng, agar menurunkan angka di tengah-tengah masyarakat. Terlebih sebagai kota pendidikan yang juga menjadi jujukan wisatawan, hadirnya gepeng tentu akan merusak citra Kota Malang.
Karena itu stop memberi uang kepada gepeng di jalan. Berikut beberapa faktor jika gepeng masih mendapatkan uang dari masyarakat:
Memperkuat Jaringan Eksploitasi
Uang yang kalian berikan berpotensi digunakan untuk membiayai sindikat eksploitasi yang memanfaatkan gelandangan dan pengemis, termasuk anak-anak.
Memperparah Ketergantungan
Memberi uang tanpa pendamping tidak membantu mereka keluar dari kemiskinan. Justru mereka akan terjebak dalam siklus ketergantungan dan tidak termotivasi untuk mencari solusi permanen.
Mendorong Mentalitas Ketergantungan
Baca Juga : Kasatlantas Polres Situbondo Berganti, Pelaku Balap Liar Beresiko Dipidana
Memberi uang tanpa dibarengi arahan untuk mandiri, justru bisa membuat mereka terjebak dalam mentalitas ketergantungan. Mereka terbiasa menerima tanpa berusaha mencari penghasilan sendiri.
Membahayakan Keselamatan
Gepeng di jalanan rentan terhadap tindakan kriminalitas, eksploitasi, dan kecelakaan di jalan.
Diketahui, gepeng yang terjaring Satpol PP, diakui Dinsos-P3AP2KB Kota Malang kebanyakan dari luar daerah. Meksi, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang mendapati beberapa yang merupakan warga Kota Malang.
“Kalau yang terjaring ini dari Kota Malang, akan kami pulangkan. Ada juga yang kami bawa ke Camp Assesment atau lingkungan pondok sosial (Liponsos) Kota Malang,” terang Wahyu kepada JatimTIMES.
Sementara itu kawasan yang kerap menjadi sasaran gepeng berada di kawasan Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.
