Kondisi Terkini Balita Korban Penganiayaan Ibu Kandung dan Kekasihnya, Sudah Sadar tapi Masih di PICU
Reporter
Irsya Richa
Editor
Yunan Helmy
31 - Aug - 2026, 04:11
JATIMTIMES - Kondisi balita berusia 3 tahun yang diduga menjadi korban kekerasan ibu kandung dan kekasihnya di Kota Malang menunjukkan perkembangan. Setelah sebelumnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan kritis, korban kini telah sadar.
Meski demikian, korban belum diperbolehkan keluar dari ruang perawatan intensif. Hingga Senin (31/8/2026), balita tersebut masih menjalani perawatan di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Saiful Anwar (RSSA) Malang dan terus dipantau tim medis.
Baca Juga : Puluhan Rumah The Savana 2 Sudah Berdiri, Kontraktor Klaim Belum Terima Pembayaran
Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobhikin mengatakan, kesadaran korban telah kembali. Namun kondisi medisnya masih membutuhkan pemantauan ketat dari dokter.
“Kondisi korban saat ini sudah sadar. Tetapi masih berada di ruang PICU RSSA Malang dan tetap dalam pemantauan dokter,” kata Lukman.
Lukman menambahkan, perkembangan kondisi korban juga terus diamati oleh pihak rumah sakit. Polisi masih menunggu perkembangan medis korban sekaligus mendalami hasil pemeriksaan yang berkaitan dengan perkara dugaan kekerasan tersebut.
“Untuk perkembangan medisnya tetap dipantau. Dari keterangan kanit, juga sudah ada penyidikan yang dilakukan berdasarkan anamnesa dan kami masih melihat progres kondisi korban,” jelasnya.
Sebelumnya, korban dibawa ke RSSA setelah ditemukan neneknya dalam kondisi tidak sadarkan diri di depan rumah kawasan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Saat ditemukan, kondisi korban sangat memprihatinkan. Tubuhnya dipenuhi luka dan memar. Pemeriksaan medis juga menemukan cedera serius pada bagian kepala, termasuk gumpalan darah di otak, sehingga korban harus mendapatkan perawatan intensif.
Kondisi korban tersebut membuat keluarga terkejut. Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh polisi, kondisi fisik korban sebelumnya terlihat lebih berisi. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, tubuh korban mengalami perubahan hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan kritis.
Baca Juga : SMSI Lamongan Kampanyekan Minum Air Putih, Jaga Kesehatan Ginjal sejak Dini
Polisi menduga kekerasan terhadap korban tidak hanya terjadi sekali. Rangkaian kekerasan tersebut diperkirakan telah berlangsung dalam kurun waktu sekitar satu bulan. Namun, penyidik masih mendalami kapan tepatnya kekerasan terjadi, lokasi kejadian, serta peran masing-masing tersangka.
“Ini masih kami dalami. Termasuk rangkaian kejadian dan keterlibatan masing-masing pihak masih terus dilakukan pendalaman,” ucap Lukman.
Dalam perkara ini, ibu kandung korban berinisial SMS (21) dan kekasihnya TTL (26) telah diamankan penyidik Satreskrim Polresta Malang Kota. Polisi sebelumnya menyebut dugaan kekerasan berawal dari kekesalan terhadap korban yang masih sering buang air kecil maupun besar di celana.
Meski kesadaran korban telah membaik, polisi masih menunggu perkembangan kondisi medisnya. Pemeriksaan lanjutan terhadap korban dan hasil observasi dokter menjadi bagian penting dalam proses penyidikan untuk mengungkap secara utuh dugaan kekerasan yang dialaminya.
