Tingkat Inflasi Daerah Triwulan II, Plt Bupati Tulungagung: Aman

13 - Aug - 2026, 06:40

Plt Bupati Ahmad Baharudin menyampaikan sambutannya di Pendapa Tulungagung (Foto: Soim for Tulungagung Times)

JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus memperkuat pengendalian Inflasi daerah, salah satunya melalui High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2026. 

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, SM, MM, dengan dihadiri Sekretaris Daerah Drs, Tri Hariadi, M,Si, selaku Ketua Harian Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, serta perwakilan Kodim 0807, Polres dan Kejaksaan Negeri. 

Baca Juga : Harga Daging Sapi Melonjak, Pemkot Malang Baru Siapkan Intervensi Lewat TPID 

 

Ahmad Baharudin menegaskan akan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, serta kelancaran distribusi kebutuhan pokok masyarakat, terutama menjelang peringatan Hari Besar Nasional.

Ia menjelaskan, berdasarkan data yang ada, Tulungagung mengalami deflasi pada April dan Juli 2026. 

Pada triwulan II, tingkat inflasi daerah telah berada dalam zona aman dan tercatat di bawah tingkat inflasi Jawa Timur maupun nasional. 

"Secara tahun kalender hingga Juli 2026, inflasi Tulungagung mencapai 1,15 persen," jelasnya, Kamis (13/8/2026) di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso. 

Menurutnya, untuk menjaga stabilitas itu, Pemkab Tulungagung telah menyiapkan sejumlah langkah konkret, mulai dari pemantauan harga dan stok, menjaga pasokan bahan pokok, gerakan menanam, operasi pasar murah, inspeksi pasar dan distributor, hingga koordinasi dengan daerah penghasil komoditas.

Baca Juga : Harjakasi Ke-208, Pembangunan Situbondo Didorong Lebih Merata dari Barat hingga Timur 

 

Pemkab Tulungagung juga telah membuka Warung EPIK (Etalase Pengendalian Inflasi Kabupaten/Kota) Yu’ WARTIN (Warung Tekan Inflasi) di area Pasar Ngunut yang direncanakan dikembangkan di lokasi lainnya.

"Saya berharap TPID terus memperkuat kerja sama intra maupun antar daerah untuk mengoptimalkan potensi komoditas Tulungagung sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga serta mendukung ketahanan dan kemandirian pangan," ungkapnya. 

Turut hadir dalam kesempatan ini, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Tulungagung, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cabang Kediri, Kepala BPS Kabupaten Tulungagung, Kepala Bulog Tulungagung, serta seluruh anggota TPID Kabupaten Tulungagung.