Kalender Jawa Weton Rabu Wage 5 Agustus 2026: Berpeluang Dapat Rezeki Besar

05 - Aug - 2026, 06:17

Potret pecahan uang seratus rupiah ilustrasi rejeki melimpah. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Rabu (5 Agustus 2026) bertepatan dengan pasaran Wage dalam penanggalan Jawa. Berdasarkan kalender Jawa, hari ini jatuh pada 22 Sapar 1960 Tahun Be dan berada dalam Wuku Marakeh. Weton hari ini adalah Rabu Wage dengan jumlah neptu 11, hasil penjumlahan Rabu bernilai 7 dan Wage bernilai 4.

Dalam tradisi masyarakat Jawa, weton dipercaya dapat menggambarkan karakter, rezeki, jodoh, hingga perjalanan hidup seseorang. Karena itu, Primbon Jawa masih menjadi rujukan bagi sebagian masyarakat untuk menentukan hari baik maupun membaca kecenderungan watak berdasarkan hari kelahiran.

Baca Juga : Dorong Percepatan Penyerahan PSU Perumahan, Pemkab Malang Bersama Kejari Gelar Rakor Lintas Sektor

Orang yang lahir pada weton Rabu Wage dikenal memiliki sifat berhati-hati dan menjunjung tinggi keadilan. Karakter tersebut membuat sosok dengan weton ini kerap dipercaya dalam berbagai urusan. Namun di balik sifat positif itu, ada kecenderungan mudah terkejut, menyukai kemewahan, serta terkadang gemar menunjukkan kemampuan atau pencapaian yang dimiliki.

Menurut Primbon Jawa, Pangarasan weton Rabu Wage adalah Aras Tuding. Pangarasan ini menggambarkan seseorang yang sering ditunjuk atau dipercaya mengemban tugas penting. Dalam lingkungan kerja maupun organisasi, pemilik weton ini memiliki peluang menduduki posisi strategis atau jabatan tertentu.

Meski demikian, Aras Tuding juga memiliki sisi lain. Selain sering mendapat kepercayaan, seseorang dengan weton ini terkadang menjadi sasaran tudingan atau penilaian negatif dari lingkungan sekitar. Karena itu, pemilik weton ini harus berhati-hati dalam bertindak dan menjaga nama baik.

Sementara itu, Pancasuda Rabu Wage adalah Satriya Wibawa. Maknanya, pribadi dengan weton ini memperoleh penghormatan dari orang lain karena kemuliaan sikap dan keluhuran budi yang dimiliki.

Hari ini juga berada dalam Wuku Marakeh yang berada di bawah naungan Bathara Surenggana. Wuku ini menggambarkan watak yang mampu menerima segala ketentuan hidup dengan lapang dada. Simbol gedhong dipanggul menunjukkan kecenderungan memperlihatkan keberhasilan atau karunia yang telah diperoleh.

Pohon trengguli menjadi lambang seseorang yang kurang menyukai keramaian dan memiliki cara berpikir berbeda dibanding kebanyakan orang. Sementara umbul-umbul terbalik menandakan keberuntungan sebenarnya sudah berada cukup dekat.

Dalam Primbon Jawa, Wuku Marakeh juga digambarkan seperti bunga setaman yang dirahasiakan. Karakter ini menunjukkan pribadi yang cenderung hemat, memiliki tutur kata manis, tetapi terkadang sulit menerima masukan yang baik sehingga dapat berujung pada keputusan yang kurang tepat.

Baca Juga : Jatuh Tempo Lewat, PBB Kota Malang Masih Kurang Rp 13,5 Miliar

Lambang bunga layu mengingatkan bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai harapan. Selain itu, wuku ini memiliki potensi celaka yang berkaitan dengan air. Karena kala berada di arah barat laut, selama tujuh hari ke depan disarankan tidak bepergian ke arah tersebut untuk urusan yang penting.

Secara khusus, Rabu Wage pada Wuku Marakeh termasuk hari yang baik untuk berbagai jenis pekerjaan. Primbon menyebut hari ini memiliki peluang rezeki yang cukup besar dan ada kemungkinan memperoleh pemberian atau bantuan dari orang lain.

Meski demikian, hari ini kurang baik digunakan untuk bepergian jauh. Dalam perjalanan, seseorang lebih mudah tersulut emosi atau marah sehingga disarankan menjaga kesabaran dan menghindari konflik yang tidak perlu.

Dalam urusan pekerjaan, pemilik weton Rabu Wage dinilai cocok menekuni profesi yang membutuhkan kedisiplinan, ketelitian, dan tanggung jawab. Bidang seperti pegawai atau karyawan, guru, dosen, pelatih, hingga pekerjaan di sektor administrasi dan keuangan dianggap sesuai dengan karakter weton ini.

Sementara dalam urusan asmara, Rabu Wage dengan jumlah neptu 11 dipercaya memiliki kecocokan dengan pasangan yang memiliki jumlah neptu 7, 12, atau 17. Beberapa weton yang sering disebut serasi antara lain Selasa Legi, Kamis Legi, Senin Kliwon, Sabtu Kliwon, dan Minggu Kliwon.