Tutup Diklat SPPI KNMP 2026, Wabup Lathifah Dorong Keluarga Nelayan Ikut Diberdayakan
Reporter
Tubagus Achmad
Editor
Dede Nana
31 - Jul - 2026, 07:16
JATIMTIMES - Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib mendorong keluarga nelayan agar dapat turut diberdayakan dalam pelaksanaan Program Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang merupakan salah satu program prioritas dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Dorongan itu disampaikan Lathifah di kegiatan penutupan pendidikan dan pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang berlangsung di Lapangan Pusat Latihan Pertempuran Marinir 4 Purboyo di Desa Bandungrejo, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.
Baca Juga : Kapan CPNS 2026 Dibuka? Cek Jadwal dan Prediksi Pendaftarannya
Upacara penutupan tersebut dipimpin oleh Komandan Komando Latihan Marinir (Dankolatmar) IX Sidoarjo Brigjen TNI (Mar) Agus Dwi Laksana Putra selaku Inspektur Upacara. Penutupan ini sekaligus menandai selesainya rangkaian pendidikan dan latihan bagi 426 peserta didik yang selanjutnya akan ditempatkan untuk mengisi posisi manajerial pada Koperasi KNMP di sejumlah wilayah Indonesia.
"Penguatan koperasi KNMP di berbagai daerah membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan manajerial, tetapi juga memahami kebutuhan dan potensi masyarakat pesisir," ungkap Lathifah, Jumat (31/7/2026).
Lebih dari itu, pendidikan dan latihan juga diarahkan untuk membentuk karakter kepemimpinan serta memperkuat semangat bela negara. Para peserta diharapkan mampu membawa bekal yang diperoleh selama diklat untuk menjalankan tanggung jawab sebagai SPPI.
Namun, Lathifah juga menitipkan perhatian khusus terhadap keluarga nelayan. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir perlu dilakukan secara lebih luas dengan membuka peluang bagi anggota keluarga nelayan untuk ikut mengembangkan aktivitas ekonomi.
Perempuan yang pernah duduk sebagai Anggota DPR RI ini berharap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI dapat memberikan perhatian terhadap pengembangan keterampilan bagi istri dan anak-anak nelayan, terutama dalam mengolah hasil perikanan yang belum terserap pasar.
"Maka dari itu kami mohon bapak-bapak pejabat dari KKP bahwa keluarga nelayan ini juga harus dipikirkan. Saya punya cita-cita istri-istri dan anak-anak nelayan itu dilatih keterampilan untuk mengolah ikan yang tidak terjual supaya bisa diproduksi dan bernilai ekonomi," tutur Lathifah.

Gagasan tersebut diharapkan dapat membuka sumber pendapatan tambahan bagi keluarga nelayan. Produk perikanan yang sebelumnya tidak terjual dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi sehingga memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai usaha keluarga maupun bagian dari kegiatan ekonomi koperasi.
Lathifah juga berpesan kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan pendidikan agar tidak berhenti pada pemahaman teori dan kemampuan manajerial yang diperoleh selama diklat. Para peserta yang nantinya menjalankan tugas sebagai manajer KNMP diharapkan mampu menerjemahkan pengetahuan tersebut menjadi program yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Sebagai manajer Kampung Nelayan Merah Putih tentunya kalian sudah punya sesuatu yang akan dilakukan untuk mengembangkan bagaimana Kampung Nelayan Merah Putih ini bisa menjadi tempat untuk peningkatan kesejahteraan para nelayan di Indonesia seperti ikrar yang sudah kalian sampaikan," ujar Lathifah.
Baca Juga : Menghilang 2 Minggu, Wanita Lansia Ditemukan Tewas di Perkebunan
Menurutnya, keberadaan KNMP perlu diarahkan menjadi wadah yang mampu memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat nelayan. Pengelolaan koperasi yang profesional diharapkan dapat membuka ruang bagi pengembangan usaha, pengolahan hasil perikanan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, para lulusan SPPI memiliki peran strategis dalam memastikan KNMP tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi mampu menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah penempatan masing-masing.
Lebih lanjut, Lathifah juga menyampaikan selamat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan rangkaian pendidikan dan latihan. Ia juga berpesan agar setiap peserta menjalankan pilihan karier dengan penuh tanggung jawab serta memberikan kemampuan terbaik dalam menjalankan tugas.
"Apapun pilihan yang kalian pilih untuk berkarir harus dilakukan dengan sebaik-baiknya, Insya Allah nanti Tuhan Yang Maha Kuasa akan memberikan tempat terbaik untuk kita mengabdi kepada masyarakat," pungkas Lathifah.
Sebagai informasi, dal upacara penutupan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan KKP RI Joni Hariyadi, pihak-pihak terkait, serta perwakilan Forkopimda Kabupaten Malang.
