Kejar 95 Persen, Pemkot Malang Intensifkan Imunisasi Campak hingga Door to Door
Reporter
Riski Wijaya
Editor
Yunan Helmy
06 - Apr - 2026, 11:38
JATIMTIMES - Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meninjau langsung pelaksanaan imunisasi campak. Ia mendatangi RW 3 Kelurahan Bunulrejo bersama jajaran OPD (organisasi perangkat daerah), Senin (6/4/2026).
Wahyu memastikan program berjalan sesuai sasaran. Ia melihat sebagian besar anak telah mengikuti tahapan imunisasi. “Beberapa yang sudah menjadi sasaran sudah mengikuti semua. Tetap ada beberapa yang masih perlu pendekatan khusus,” ujar Wahyu.
Baca Juga : Turis Asing Sumbang 2,23 Persen Tamu Hotel di Kota Malang
Ia menjelaskan sebagian warga belum memahami manfaat imunisasi. Mereka menganggap imunisasi campak tidak berdampak signifikan. “Masih ada pemahaman yang belum mereka terima sebagaimana harapan kita bersama,” ucap dia.
Meski begitu, tahapan imunisasi tetap berjalan baik. Sasaran usia 9 bulan hingga 59 bulan mulai terlayani.
Pemerintah terus menggencarkan pendekatan langsung ke warga. Tim turun door to door untuk memberikan edukasi.
“Kita tidak putus asa. Kita akan pendekatan lagi bersama tokoh agama, pendidikan, dan masyarakat,” kata wali kota.
Wahyu mengingatkan campak termasuk penyakit sangat menular. Risiko terburuk bahkan dapat menyebabkan kematian. “Dampaknya bisa sangat fatal, bahkan sampai meninggal dunia,” ujarnya.
Program Catch-Up Campaign (CuC) Campak akan berlangsung hingga 7 April. Pemkot Malang terus mengejar target hingga batas waktu tersebut.
Baca Juga : Sungai Menyempit dan Dangkal, Pemkot Malang Genjot Normalisasi Cegah Banjir
Wahyu juga menyoroti potensi kerawanan kasus. Penolakan imunisasi meski kecil tetap menjadi perhatian serius. “Karena ini menularnya cepat sekali, satu banding 18,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Husnul Muarif menilai mobilitas warga sulit dibatasi. Ia menyebut hal itu merupakan hak setiap orang.
“Kalau mengurangi mobilisasi itu sulit. Tapi kita bisa mempersempit celah dengan capaian minimal 95 persen,” katanya.
Ia menambahkan capaian tersebut penting untuk membentuk kekebalan kelompok. Target itu dikejar hingga 7 April. “Kita upayakan sampai 7 April besok minimal 95 persen,” pungkasnya.
