Dinsos-P3AP2KB Kuatkan Koordinasi Lintas Stakeholder untuk Percepatan Penanganan PPKS Tanpa Harus ke Shelter
Reporter
Tubagus Achmad
Editor
Yunan Helmy
05 - Apr - 2026, 08:31
JATIMTIMES - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang terus melakukan pemguatan koordinasi lintas stakeholder untuk penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) sebelum masuk ke shelter atau tempat penampungan.
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Donny Sandito Widoyoko menyampaikan bahwa penanganan PPKS melalui koordinasi lintas stakeholder di masing-masing wilayah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan PPKS tanpa harus dibawa ke shelter terlebih dahulu.
Baca Juga : Wabup Lathifah Minta PK IKA PMII Sunan Kalijaga UM yang Baru Dilantik Jaga Integritas
"Shelter itu memang tempat penampungan sementara. Intinya kita bekerja sama dengan wilayah-wilayah supaya penanganan PPKS itu selesai di wilayah-wilayah tanpa sampai ke shelter," ungkap Donny.
Mantan camat Kedungkandang itu mencontohkan penyandang disabilitas mental itu bisa tertangani melalui koordinasi lintas stakeholder di masing-masing wilayah di Kota Malang. Kemudian kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu juga tidak harus langsung dibawa ke safehouse, tetapi dapat ditangani secara terpadu dengan melibatkan psikolog hingga praktisi hukum.
"Karena kalau sampai ke shelter berarti kita harus meneruskan ke panti-pantinya milik pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Jadi harapannya kita menyelesaikan kasus penanganan PPKS itu di lapangan," kata Donny.
Meskipun mendorong agar penanganan PPKS dapat terselesaikan di masing-masing wilayah tanpa harus dibawa ke shelter, Dinsos juga terus memaksimalkan layanan untuk PPKS di masing-masing shelter yang dimiliki dan dikelolanya. Di antaranya camp Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Asesmen yang berlokasi di dekat kawasan Kampung Topeng Desaku Menanti, Kecamatan Kedungkandang; Pondok Lanjut Usia (Lansia) yang terletak di Jalan Sunan Muria, Kecamatan Lowokwaru; serta Tuna Wisma Karya (TWK) yang berada di Kecamatan Sukun.
Baca Juga : Wabup Lathifah Komitmen Dukung Program Kesehatan Mental dan Pemberdayaan Remaja Perempuan
Hingga akhir Maret 2026 lalu, Donny menyebut masing-masing shelter masih menangani PPKS. Untuk di camp Liponsos Asesmen, terdapat tiga orang PPKS. Kemudian di Pondok Lansia terdapat dua orang PPKS. Sedangkan di TWK, PPKS yang ada telah selesai ditangani.
"Mereka semua masih berada di masing-masing shelter sambil menunggu kontak dari sentra terpadu Prof Suharso Surakarta dan panti di Keputih, karena harus bergantian," pungkas Donny. (ADV)
