Rencana Proyek Pembangunan Kereta Gantung Malang Raya Dilirik Investor dari Amerika
Reporter
Tubagus Achmad
Editor
Nurlayla Ratri
03 - Apr - 2026, 07:43
JATIMTIMES - Rencana proyek pembangunan kereta gantung yang menghubungkan tiga daerah di Malang Raya yakni Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu mulai dilirik oleh investor dari Amerika Serikat.
Bupati Malang HM. Sanusi menyampaikan, pihaknya telah menerima audiensi dari calon investor yang berasal dari Amerika Serikat bernama Mr. Mario di Ruang Kerja Bupati Malang Peringgitan Pendapa Agung Kabupaten Malang pada Kamis (2/4/2026).
Baca Juga : Tak Hanya Amsal Sitepu, Pekerja Kreatif Lain Diduga Masuk Penjara dalam Kasus Serupa di Karo
Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu menerima audiensi calon investor proyek pembangunan kereta gantung Malang Raya tersebut didampingi Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi beserta jajaran kepala perangkat daerah Pemkab Malang.
Mulai dari Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Prasetyani Arum Anggorowati, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang Tomie Herawanto, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang Eko Margianto, DPUBM Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma, Kepala DPKPCK Kabupaten Malang Farid Habibah, Kepala DPMPTSP Kabupaten Malang Subur Hutagalung, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang.
Bupati Malang HM. Sanusi menyampaikan, setelah diskusi selama kurang lebih satu jam bersama investor tersebut, nampaknya terdapat sinyal positif terkait rencana proyek pembangunan kereta gantung yang menghubungkan tiga daerah di Malang Raya.
"Rencananya ada investor dari Amerika untuk investasi kereta gantung di Malang Raya yang panjangnya ratusan kilometer nanti yang akan dilalui kereta gantung," ungkap Sanusi kepada JatimTIMES.

Menurutnya, hasil diskusi bersama investor dari Amerika Serikat tersebut dalam waktu dekat akan dilaporkan ke Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) RI/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI. Hal itu dilakukan karena proyek pembangunan kereta gantung merupakan proyek lintas sektoral yang akan melibatkan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan tiga pemerintah daerah di Malang Raya.
"Calon investornya sudah, nanti Juni atau Juli kita tindak lanjuti kita sampaikan ke Bappenas. Karena ini merupakan proyek lintas sektoral. Jadi mungkin memakai tanahnya gubernur (Pemprov Jawa Timur), tanahnya pusat dan yang dipakai itu yang di atas jalan," ujar Sanusi.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Malang Tomie Herawanto menjelaskan, bahwa rencana proyek pembangunan kereta gantung tersebut memang masih dalam tahap penjajakan dan penawaran kepada investor-investor. Salah satu yang mulai menunjukkan sinyal positif dan tertarik untuk membangun kereta gantung di Malang Raya yakni Mr. Mario yang merupakan investor dari Amerika Serikat.
Baca Juga : DPRD Kota Malang Kaji Kendaraan Listrik, Efisiensi Jadi Pertimbangan Utama
"Kereta gantung atau podway, masih taraf penawaran investor yang direncanakan melibatkan tiga pemerintah daerah Malang Raya dengan panjang lintasan hampir 950 kilometer sebagai upaya mewujudkan Malang Raya sebagai megapolitan melalui konektifitas dan direncanakan seluruh pembiayaan dari investor," jelas Tomie, Jumat (3/4/2026).
Pihaknya menambahkan, untuk Feasibility Study atau Studi Kelayakan terkait proyek pembangunan kereta gantung akan disusun setelah kesepakatan dmpimpinan daerah dari tiga daerah di Malang Raya. Mulai dari Bupati Malang HM. Sanusi, Walikota Malang Wahyu Hidayat dan Walikota Batu Nurrochman.
"Feasibility Studi masih akan disusun setelag kesepakatan tiga daerah dalam koordinasi Provinsi Jatim dan persetujuan Pusat. Sehingga nantinya akan diketahui besaran investasi dan lamanya pengerjaan," pungkas Tomie.
