Sapa Gereja Perkuat Toleransi, Wali Kota Malang Apresiasi Rumah Ibadah Dukung Mujahadah Kubro 1 Abad NU
Reporter
Irsya Richa
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
07 - Feb - 2026, 03:49
JATIMTIMES – Semangat toleransi dan persaudaraan lintas iman kembali terlihat di Kota Malang menjelang pelaksanaan Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Stadion Gajayana pada 7-8 Februari 2026. Sejumlah gereja di Kota Malang turut menyiapkan fasilitas istirahat bagi jemaah NU yang datang dari berbagai daerah.
Dukungan tersebut diperkuat melalui agenda Sapa Gereja yang dilakukan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana. Kegiatan tersebut menjadi upaya mempererat sinergi lintas agama sekaligus memastikan kesiapan lokasi transit jemaah.
Beberapa gereja yang terlibat menyediakan fasilitas transit di antaranya Gereja Katedral Ijen, GKJW Jalan S. Supriadi, GKI Bromo, Gereja HKBP Jalan Bromo, serta Gereja Hati Kudus Yesus (HKY) Kayutangan. Lokasi gereja yang berada di sekitar Stadion Gajayana dinilai strategis untuk membantu pengelolaan jemaah yang diperkirakan membludak, mengingat kapasitas stadion terbatas.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengapresiasi atas kepedulian gereja-gereja yang bersedia membantu kelancaran kegiatan keagamaan tersebut.
“Gereja-gereja ini lokasinya berdekatan dengan Stadion Gajayana. Jadi ketika stadion tidak memungkinkan menampung jemaah, mereka bisa beristirahat dan tetap mengikuti kegiatan,” kata Wahyu, Sabtu (7/2/2026).
Ia menambahkan, dukungan yang diberikan tidak hanya berupa tempat istirahat, tetapi juga berbagai fasilitas penunjang bagi jemaah, seperti toilet, konsumsi, hingga tempat wudu dan ruang salat.
“Saya bersama Bapak Kapolresta menyampaikan terima kasih. Ini bantuan yang sangat berarti dan menjadi contoh toleransi beragama yang luar biasa di Kota Malang,” ungkapnya.
Untuk memastikan jemaah tetap dapat mengikuti rangkaian kegiatan, Pemerintah Kota Malang juga menyiapkan delapan titik videotron, termasuk di kawasan Gereja Katedral Ijen. Layar tersebut akan menayangkan kegiatan Mujahadah Kubro secara langsung dari Stadion Gajayana.
“Videotron akan dikoneksikan secara live sehingga jemaah tetap bisa mengikuti Mujahadah Kubro meski berada di luar stadion,” jelas Wahyu.
Sementara itu, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menegaskan bahwa agenda Sapa Gereja juga menjadi bagian dari langkah pengamanan preventif dan preemtif. Pihaknya memastikan pengamanan dilakukan secara terpadu, termasuk di lokasi transit jemaah.
Baca Juga : 4 LC yang Mengeroyok Pemandu Lagu di Mojokerto dari Agensi Bara Mangemen
“Polresta Malang Kota menyiapkan pengamanan terpadu mulai dari pengaturan arus lalu lintas, parkir, pengamanan lokasi transit, hingga pengawalan jemaah. ‘Sapa Gereja’ kami lakukan selain untuk berkoordinasi juga sebagai bentuk silaturahmi,” jelas Putu Kholis.
Ia menambahkan, kedatangan jemaah dari berbagai daerah akan diatur secara bertahap untuk menghindari kepadatan kendaraan maupun penumpukan massa di titik tertentu.
Di sisi lain, Ketua Pendeta Pelayanan Agung GKJW, Pdt. Nathael Hermawan Prianto, menyatakan keterlibatan gereja merupakan wujud kepedulian kemanusiaan sekaligus memperkuat persaudaraan lintas agama di Kota Malang.
“Gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang persaudaraan. Kami terbuka mendukung saudara-saudara kami yang mengikuti Mujahadah Kubro 1 Abad NU,” ujarnya.
Melalui kolaborasi lintas agama ini, Pemerintah Kota Malang berharap semangat kebersamaan terus terjaga sekaligus memperkuat citra Kota Malang sebagai daerah yang aman, harmonis, dan menjunjung tinggi nilai keberagaman.
